Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Bupati Lutim Tegas Perangi Narkoba, Pelajar Diminta Jadi Garda Terdepan

167
×

Bupati Lutim Tegas Perangi Narkoba, Pelajar Diminta Jadi Garda Terdepan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di daerah.

Hal tersebut disampaikan Irwan saat menghadiri kegiatan deklarasi Sekolah Bersinar, Bersih dari Narkoba, tingkat SMP dan SMA se Luwu Timur di Aula Dinas Pendidikan Luwu Timur, Kamis (7/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengungkapkan bahwa Luwu Timur baru saja meresmikan Unit Layanan Terpadu (ULT) penanganan narkoba. Ia menyebut, di Sulawesi Selatan saat ini baru terdapat dua daerah yang memiliki layanan tersebut, yakni Kabupaten Luwu Timur dan Kota Parepare.

“Mudah-mudahan kehadiran Unit Layanan Terpadu ini menjadi cikal bakal terbentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Luwu Timur,” ujarnya.

Irwan berharap pembentukan BNNK di Luwu Timur dapat terealisasi tahun ini sehingga upaya pencegahan, pemberantasan, hingga edukasi terkait bahaya narkoba bisa berjalan lebih maksimal.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyerahkan Surat Keputusan Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada Deputi BNN Pusat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Menurut Irwan, perhatian pemerintah daerah terhadap persoalan narkoba bukan hal baru. Saat masih menjabat Wakil Bupati, dirinya bersama pemerintah daerah telah membentuk Satgas Anti Narkoba di tingkat desa.

“Setiap desa waktu itu memiliki sekitar 10 anggota satgas lengkap dengan dukungan anggaran operasional dan perlengkapan,” katanya.

Ia menilai Luwu Timur menjadi salah satu wilayah yang rawan dijadikan jalur peredaran narkoba karena letaknya yang strategis sebagai daerah perlintasan menuju Kendari, Kolaka, Morowali, Sulawesi Tengah hingga Gorontalo dan Manado.

“Daerah kita ini adalah jalur lintasan. Karena itu kita semua harus mengambil peran dalam mencegah peredaran narkoba,” tegasnya.

Irwan menekankan bahwa penanganan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama mulai dari lingkungan keluarga, sekolah hingga masyarakat.

Ia juga meminta para guru dan kepala sekolah aktif melakukan pengawasan terhadap siswa agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Irwan mendorong generasi muda agar aktif dalam kegiatan positif seperti olahraga dan aktivitas kepemudaan lainnya. Menurutnya, kegiatan positif akan membentuk karakter anak muda dan menjauhkan mereka dari pengaruh negatif.

“Kalau ada kegiatan olahraga, futsal, basket, atau kegiatan positif lainnya, pemerintah daerah pasti mendukung,” ujarnya.

Dikesempatan tersebut, Irwan turut mengingatkan masyarakat agar tidak takut melaporkan aktivitas mencurigakan terkait narkoba kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Ia mengaku prihatin karena banyak generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba, sementara para pengedar justru hanya mencari keuntungan tanpa ikut mengonsumsi barang haram tersebut.

“Jangan pernah menganggap narkoba itu bagian dari pergaulan atau simbol keren. Banyak orang kehilangan masa depan bahkan meninggal dunia karena narkoba,” tandasnya.

Senada dari itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, Agung Prabowo, mengajak para pelajar di Kabupaten Luwu Timur untuk aktif mengambil peran dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah.

Ajakan tersebut disampaikan Agung saat menghadiri deklarasi Program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) tingkat SMA di Luwu Timur.

Dalam penyampaiannya, Agung menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi langkah awal keterlibatan pelajar dalam membantu pemerintah mencegah peredaran narkoba di sekolah.

“Ini adalah awal bagi adik-adik semua untuk siap membantu pemerintah dalam mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Agung menjelaskan, Badan Narkotika Nasional memiliki program bernama ANANDA atau Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak. Melalui program tersebut, para pelajar nantinya akan menjadi duta anti narkoba di sekolah masing-masing.

“Nanti adik-adik akan menjadi penggiat dan duta anti narkoba di sekolah. Sampaikan kepada teman-teman bahwa kita punya gerakan ANANDA, aksi nasional anti narkoba dimulai dari anak,” katanya.

Selain itu, BNN juga tengah mengembangkan program IKAN atau Integrasi Kurikulum Anti Narkoba yang akan diterapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan provinsi maupun kabupaten.

Agung turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang dinilai aktif mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Ia menyebut Luwu Timur menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang menggelar deklarasi Sekolah Bersinar tingkat SMA dengan mengusung slogan “Gerak Bersama Bersih dari Narkoba untuk Luwu Timur Juara”.

“Terima kasih kepada Bupati Luwu Timur yang terus eksis mendukung program P4GN,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Agung juga mengingatkan bahwa modus peredaran narkoba kini semakin berkembang dan memanfaatkan berbagai cara, termasuk jalur laut.

Ia mencontohkan penemuan narkotika jenis kokain seberat puluhan kilogram yang ditemukan di laut dengan sistem pelacakan menggunakan GPS.

“Para bandar sekarang tidak lagi bertemu langsung. Barang dibuang di tengah laut lalu dilengkapi GPS agar bisa dilacak oleh penampung,” ungkapnya.

Selain narkotika konvensional, Agung juga menyoroti bahaya penggunaan vape atau rokok elektrik yang kini mulai menjadi perhatian serius pemerintah.

Menurutnya, sejumlah cairan liquid vape mengandung zat berbahaya bahkan ditemukan campuran narkotika sintetis.

“Kemarin Kepala BNN RI sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan terkait rencana aturan larangan penggunaan vape karena kandungannya sangat berbahaya,” jelasnya.

Ia meminta para guru, kepala sekolah, hingga organisasi pelajar dan Pramuka ikut terlibat aktif dalam menjalankan program Sekolah Bersinar melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi anti narkoba.

“Segera buat program-program kegiatan P4GN di sekolah masing-masing. Kalau membutuhkan pendampingan, silakan berkoordinasi dengan BNN,” tandasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran BNN Provinsi Sulsel, BNN Kota Palopo, unsur Forkopimda Luwu Timur, perwakilan PT Vale Indonesia, para kepala sekolah, guru, pelajar dan Forum Gendre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *