Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

PT Vale Komitmen Dukung Program Perangi Narkoba di Lingkungan Sekolah

169
×

PT Vale Komitmen Dukung Program Perangi Narkoba di Lingkungan Sekolah

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–PT Vale Indonesia menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah melalui pembentukan Satgas Anti Narkoba dan Program Sekolah Bersinar di Kabupaten Luwu Timur.

Demikian ditegaskan Senior Koordinator Health dan Business Support PT.Vale Indonesia, Haris Baso dikegiatan deklarasi Sekolah Bersinar, Bersih dari Narkoba di Aula Dinas Pendidikan Lutim, Kamis (7/5/2026).

“Saat ini telah terbentuk satgas anti narkoba di 37 sekolah sederajat di Luwu Timur,” ungkapnya.

Namun demikian kata dia, para anggota satgas tersebut masih membutuhkan penguatan kapasitas, pemahaman, serta pendampingan terkait tugas dan fungsi mereka di lingkungan sekolah.

“Kami berharap anak-anak yang tergabung dalam satgas ini bisa menjadi penggerak di lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan, bahkan di lingkungan keluarga mereka,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Program Sekolah Bersinar memberikan rasa aman dan nyaman bagi para orang tua, karena sekolah memiliki komitmen untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.

“Sebagai orang tua, tentu kita ingin anak-anak bersekolah di lingkungan yang benar-benar bersih dari narkoba, sehingga tidak ada kekhawatiran mereka terjerumus mencoba lem, sabu-sabu, atau bentuk penyalahgunaan lainnya,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa program Sekolah Bersinar saat ini baru diterapkan di tingkat SMA dengan melibatkan sekitar 57 sekolah. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat diperluas hingga tingkat SMP melalui kolaborasi bersama Forum Genre, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dan jajaran kepolisian.

Menurutnya, langkah tersebut sangat penting mengingat Sulawesi Selatan disebut masuk lima besar daerah dengan tingkat peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

“Kami berharap Luwu Timur bukan menjadi penyumbang terbesar dari angka tersebut. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan,” harapnya.

Ia menegaskan, bahwa persoalan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN maupun kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Haris juga mengingatkan agar deklarasi Sekolah Bersinar tidak berhenti sebatas seremoni atau perlombaan semata.

“Jangan karena sudah ada juara lalu semuanya berhenti. Ini baru langkah awal. Sekolah Bersinar adalah pemantik agar sekolah benar-benar aktif membangun lingkungan yang bebas narkoba,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap semangat gerakan anti narkoba dan Program Sekolah Bersinar dapat terus digaungkan di seluruh sekolah SMP dan SMA sederajat di Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *