INPUTRAKYAT_JENEPONTO–Diduga Kepala Badan Gizi Nasional Perwakilan Kabupaten Jeneponto enggan menanggapi kasus keracunan siswa di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan.
Saat dihubungi via chat WhatsAPP dan mempertayakan, apakah ada sanksi tegas bagi Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang melanggar SOP dan menyebabkan kasus keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Kecamatan Rumbia.
Namun Kepala BGN perwakilan Jeneponto Iksan enggan membalas ataupun mengangkat telfon.
Padahal diberitakan sebelumnya bahwa hasil pemeriksaan sampel makanan MBG yang membuat puluhan anak siswa sakit sudah keluar, dan hasilnya terindikasi gagal penerapan SOP.
“Hasil pemeriksaan terjadi indikasi kegagalan dalam penerapan Higiene Sanitasi dan pengendelian keamanan pangan pada satuan pelayanan kebutuhan gizi di SPPG tersebut,”Kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto, Aspamuji
Menanggapi hasil pemeriksaan itu, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Pj Sekretaris Daerah Jeneponto Aspamuji turut berduka atas apa yang menimpa puluhan siswa jeneponto.
“Kami turut berduka. Peristiwa ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat jeneponto, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat program,”Kata Aspamuji
Ketua Satgas MBG Jeneponto Aspamuji menegaskan setiap SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan pangan harus ditutup secara permanen.
“Namun Pemda Jeneponto tidak memiliki wewenang penuh untuk menutup permanen. Sehingga saat ini SPPG tersebut hanya dilakukan perpanjangan penutupan sementara.
Meski, lanjutnya Pemda jeneponto tidak memiliki wewenang menutup permanen SPPG. “Namun sebagai bentuk keberpihakan pemerintah daerah ke masyarakat atas apa yang terjadi, akan melayangkan surat rekomendasi penutupan permanen ke Badan Gizi Nasional,”Jelasnya
Ia mengigatkan peristiwa ini menjadi pembelajaran untuk semua SPPG jeneponto agar berhati-hati dalam menyajikan menu makanan untuk anak-anak.
“Hal ini agar tidak terjadi hal serupa yang mengancam kesehatan dan keselamatan anak-anak,”Tutupnya













