Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

IPA 50 Liter per Detik Perumda Waemami Lutim Layani Warga Malili, Angkona Bersiap Tambah Kapasitas

262
×

IPA 50 Liter per Detik Perumda Waemami Lutim Layani Warga Malili, Angkona Bersiap Tambah Kapasitas

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Waemami Luwu Timur terus melakukan penguatan pelayanan air bersih kepada masyarakat melalui pengelolaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang lebih modern dan efisien, Sabtu (23/5/2026).

Pengelolaan tersebut diperkenalkan langsung oleh Direktur Perumda Waemami Kabupaten Luwu Timur, Andi Maryam Muh. Nur Palullu kepada sejumlah awak media, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas distribusi air kepada pelanggan.

Dalam pemaparannya, Andi Maryam menjelaskan, bahwa sistem pengelolaan air di IPA saat ini telah menggunakan sistem semi elektronik. Sistem tersebut diterapkan untuk membantu proses pengolahan dan pengaturan distribusi air agar lebih efektif, terukur, serta mampu menjaga kualitas layanan kepada masyarakat, ungkapnya, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, IPA yang dikelola Perumda Waemami memiliki kapasitas produksi mencapai 50 liter per detik. Dengan kapasitas itu, layanan air bersih saat ini mampu menjangkau sekitar 4.000 pelanggan yang berada di wilayah Puncak Indah dan Desa Ussu.

Menurut Andi Maryam, penerapan sistem pengelolaan semi elektronik menjadi salah satu langkah pengembangan layanan agar operasional lebih optimal dan distribusi air tetap berjalan sesuai kebutuhan pelanggan.

Sementara itu, Kepala Cabang (Kacab) Perumda Waemami Angkona, Dermawan menjelaskan, bahwa wilayah pelayanan di Kecamatan Angkona saat ini ditopang oleh IPA dengan kapasitas 20 liter per detik.

Namun kata dia, tantangan mulai muncul saat memasuki musim kemarau. Kapasitas produksi tersebut dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pelanggan di Kecamatan Angkona akibat menurunnya ketersediaan air baku dan meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Ketika musim kemarau, kapasitas 20 liter per detik tidak cukup untuk melayani seluruh pengguna di Kecamatan Angkona sehingga dilakukan suplai air tambahan,” jelas Dermawan.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah wilayah layanan, diantaranya Tampinna dan Turunan Bajo, yang mengalami keterbatasan pasokan air saat debit sumber air menurun.

Pihaknya akan terus melakukan evaluasi terhadap kapasitas produksi dan sistem distribusi guna memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan maksimal, khususnya pada periode musim kemarau yang kerap memengaruhi ketersediaan air di wilayah pelayanan.

Namun tambahnya, tahun ini kami mendapatkan anggaran dari pemerintah daerah lewat penyertaan modal, Insha Allah kita akan tingkatkan kapasitas IPA kami agar distribusi air terlayani seluruh masyarakat Angkona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *