Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

PLN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Kelompok Tani Perempuan di Luwu Timur

266
×

PLN Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Kelompok Tani Perempuan di Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,– PT PLN menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Wulasi Mandiri di Dusun Wulasi, Desa Manurung, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Rabu, 22 Juli 2026. Bantuan itu merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Dana tersebut digunakan untuk membangun Sanggar Tani, Green House, dan Rumah Kompos. Ketiga fasilitas itu disiapkan sebagai pusat kegiatan budidaya pertanian organik sekaligus tempat pengembangan kapasitas anggota kelompok.

KWT Wulasi Mandiri beranggotakan 12 perempuan yang mengembangkan pertanian dengan sistem organik. Dalam proses budidaya, kelompok tidak menggunakan pupuk maupun pestisida berbahan kimia.

Mereka memanfaatkan pupuk kompos yang diproduksi secara mandiri untuk menjaga kesuburan tanah dan menghasilkan produk pertanian yang dinilai lebih aman dikonsumsi.

Kepala Desa Manurung, Irwan Jafar, mengatakan bantuan tersebut diharapkan memperkuat aktivitas kelompok tani sekaligus mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan di desanya.

“Fasilitas ini bukan hanya menambah sarana, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi,” kata Irwan saat menghadiri kegiatan di Sanggar Tani Wulasi Mandiri.

Menurut Irwan, keberadaan Green House dan Rumah Kompos akan mendukung proses budidaya berbagai jenis tanaman serta meningkatkan pemanfaatan pupuk organik hasil produksi kelompok. Ia berharap praktik tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat yang ingin beralih ke sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Pemerintah Desa Manurung, kata dia, juga berencana melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Timur, untuk melihat secara langsung aktivitas KWT Wulasi Mandiri. Langkah itu diharapkan dapat membuka peluang pembinaan maupun pengembangan program di masa mendatang.

Irwan berharap kolaborasi antara PLN dan masyarakat tidak berhenti pada pembangunan sarana fisik, tetapi berlanjut melalui program pemberdayaan yang dapat memperkuat kapasitas kelompok tani.

“Kami berharap kelompok ini terus berkembang, semakin mandiri, dan menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam mengembangkan pertanian organik,” ujarnya.

Melalui bantuan TJSL tersebut, KWT Wulasi Mandiri diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian organik sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pengembangan ekonomi desa berbasis pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Luwu Timur. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *