Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pejuang Subuh Jadi Rutinitas, SDN 242 Pasi-Pasi Tanamkan Kedisiplinan dan Akhlak Siswa

53
×

Pejuang Subuh Jadi Rutinitas, SDN 242 Pasi-Pasi Tanamkan Kedisiplinan dan Akhlak Siswa

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,— Gerakan Pejuang Subuh menjadi salah satu upaya membangun karakter, kedisiplinan, dan moral generasi muda melalui pembiasaan melaksanakan salat Subuh secara berjamaah di masjid.

Program Pejuang Subuh merupakan gerakan salat Subuh berjamaah bagi pelajar yang kembali dihidupkan oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Program tersebut bertujuan membiasakan anak bangun pagi dan tepat waktu, membentuk kedisiplinan serta rasa tanggung jawab, sekaligus menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak sejak dini.

Selain menjadi bagian dari pembentukan karakter, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu pendukung penilaian pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).

Salah satu sekolah yang rutin mengikuti program tersebut yakni SDN 242 Pasi-Pasi, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Kepala SDN 242 Pasi-Pasi, Selvy A. S.Pd., mengatakan pihak sekolah bekerja sama dengan imam masjid dan guru agama dalam memantau pelaksanaan salat Subuh para siswa.

“Kami bekerja sama dengan imam masjid dan guru agama untuk memantau murid yang melaksanakan salat Subuh di masjid terdekat.

Bagi anak-anak yang rumahnya jauh dari masjid, kami meminta dokumentasi sebagai bentuk pemantauan bahwa rutinitas salat Subuh tetap dilakukan,” ujar Selvy saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat,28 Agustus 2026.

Menurutnya, membiasakan anak melaksanakan salat tepat waktu memiliki banyak manfaat, salah satunya mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus melatih kedisiplinan.

“Melalui program ini, anak-anak dididik untuk melawan rasa malas. Sehingga pada akhirnya mereka bisa menghargai waktu, membangun kebiasaan baik, serta membiasakan sikap taat dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Selvy menambahkan, memulai pagi dengan ibadah dan doa diharapkan membuat siswa lebih siap dan bersemangat mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Tak hanya membentuk kebiasaan bagi siswa, program Pejuang Subuh juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keluarga.

“Kami berharap melalui program ini, anak-anak tumbuh menjadi generasi muda yang baik, menjadi anak yang saleh dan salehah, serta taat kepada orang tua,” pungkasnya. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *