Example 728x250
Example 728x250
Input Sulbar

Bupati Majene Buka Simulasi Penanggulangan Karhutla 2026, Tekankan Pencegahan dan Respons Cepat

85
×

Bupati Majene Buka Simulasi Penanggulangan Karhutla 2026, Tekankan Pencegahan dan Respons Cepat

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAJENE, — Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, SE., MM., membuka kegiatan Simulasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Majene dalam meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur terkait menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya memasuki musim kemarau.

Simulasi turut dihadiri KASREM 142/Tatag, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Kepala BPBD Kabupaten Majene beserta jajaran, serta unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Majene menyampaikan bahwa Kabupaten Majene memiliki kawasan hutan dan lahan yang cukup luas. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membutuhkan perhatian serius, terutama ketika memasuki musim kemarau.

“Setiap tahun, pada musim kemarau, ancaman kebakaran hutan dan lahan selalu mengingatkan kita. Karhutla bukan hanya membakar pohon, tetapi juga dapat membakar masa depan kita,” tegas Bupati.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan dampak yang luas dan berkepanjangan. Tidak hanya merusak ekosistem, Karhutla juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, serta citra daerah.

Bupati menjelaskan, sedikitnya terdapat empat dampak besar yang perlu menjadi perhatian bersama akibat Karhutla, yakni kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan citra daerah.

Karena itu, penanganan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi prioritas seluruh pihak.

“Dalam penanggulangan Karhutla ada tiga kunci utama yang harus kita pegang bersama, yaitu pencegahan, deteksi dini, serta pemadaman yang cepat dan tepat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Melalui simulasi tersebut, diharapkan seluruh personel dan unsur terkait dapat memahami tugas, peran, serta mekanisme koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat kebakaran hutan dan lahan.

“Dengan kesiapsiagaan dan kerja sama yang baik, kita berharap potensi Karhutla di Kabupaten Majene dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Majene berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk ancaman Karhutla, sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *