Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Realisasi Pendapatan APBD Luwu Timur 63,97 Persen, Tertinggi di Luwu Raya

423
×

Realisasi Pendapatan APBD Luwu Timur 63,97 Persen, Tertinggi di Luwu Raya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Luwu Timur mencapai 63,97 persen hingga 8 September 2026. Angka tersebut menempatkan Luwu Timur di posisi teratas dibanding tiga daerah lain di kawasan Luwu Raya.

Data realisasi APBD yang diterima melalui Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) terintegrasi dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) menunjukkan, capaian pendapatan Luwu Timur lebih tinggi dibanding Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu.

Pada periode yang sama, realisasi belanja daerah Luwu Timur tercatat 53 persen.

Di bawah Luwu Timur, Palopo mencatat realisasi pendapatan 54,25 persen dengan belanja 54,93 persen. Luwu Utara berada pada angka 54,17 persen untuk pendapatan dan 53,44 persen untuk belanja. Adapun Kabupaten Luwu mencatat realisasi pendapatan 41,36 persen dan belanja 38 persen.

Dengan capaian 63,97 persen, Luwu Timur unggul hampir 10 poin persentase dari daerah dengan realisasi pendapatan tertinggi kedua, yakni Palopo.

Data tersebut bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Kementerian Keuangan.

Pendapatan Lebih Tinggi dari pada Belanja

Realisasi APBD Luwu Timur menunjukkan jarak antara pendapatan dan belanja. Pendapatan telah terealisasi 63 persen, sementara belanja berada di angka 53 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan sebagian penerimaan yang ditargetkan dalam APBD telah terealisasi, sementara pelaksanaan belanja masih berada di bawah capaian pendapatan.

Masih Ada Triwulan Terakhir

Posisi realisasi per 8 September 2026 masih menyisakan waktu untuk pemerintah daerah mengejar target APBD hingga akhir tahun anggaran.

Triwulan terakhir menjadi periode penting bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan program dan kegiatan yang telah dianggarkan dapat berjalan sesuai rencana.

Percepatan belanja, terutama untuk kegiatan yang memiliki target penyelesaian pada akhir tahun, menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperhatikan. Pemerintah daerah juga perlu menjaga agar percepatan tersebut tidak mengorbankan kualitas pekerjaan maupun kepatuhan terhadap ketentuan pengelolaan keuangan daerah.

Capaian pendapatan yang sudah mencapai 63,97 persen juga memberikan gambaran bahwa penerimaan daerah telah bergerak lebih cepat dibandingkan belanja.

Namun, ukuran keberhasilan APBD pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh persentase serapan. Efektivitas penggunaan anggaran dan manfaat yang diterima masyarakat menjadi bagian penting dalam menilai kinerja APBD.

Luwu Timur Memimpin Luwu Raya

Jika dibandingkan dengan empat daerah di Luwu Raya, posisi Luwu Timur terlihat paling tinggi dari sisi realisasi pendapatan.

Berikut perbandingan realisasi APBD per 8 September 2026:

1. Luwu Timur, Pendapatan: 63,97%, Belanja: 53%
2. Palopo, Pendapatan: 54,25%, Belanja: 54,93%
3. Luwu Utara, Pendapatan: 54,17%, Belanja: 53,44%
4. Luwu, Pendapatan: 41,36%, Belanja: 38%

Selisih capaian pendapatan antara Luwu Timur dan Palopo mencapai 9,72 poin persentase. Dibanding Luwu Utara, selisihnya 9,80 poin persentase. Sementara jika dibandingkan dengan Kabupaten Luwu, jaraknya mencapai 22,61 poin persentase.

Meski demikian, perbandingan tersebut hanya menggambarkan posisi realisasi pada satu titik waktu. Capaian akhir APBD baru dapat diketahui setelah tahun anggaran 2026 berakhir dan seluruh proses pertanggungjawaban keuangan daerah diselesaikan.

Bagi Luwu Timur, capaian 63,97 persen tersebut menjadi modal sekaligus pekerjaan rumah. Pemerintah daerah perlu menjaga laju pendapatan sekaligus memastikan belanja bergerak lebih cepat pada sisa tahun anggaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *