Example 728x250
Example 728x250
Input Makassar

Permata Bank Ajak Nasabah Melihat Perubahan Ekonomi sebagai Peluang Investasi

30
×

Permata Bank Ajak Nasabah Melihat Perubahan Ekonomi sebagai Peluang Investasi

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR, — Permata Bank mengajak nasabah melihat perubahan ekonomi global dan dinamika pasar modal sebagai peluang untuk memperkuat ketahanan finansial. Pesan itu disampaikan dalam Wealth Wisdom 2026 yang digelar di Makassar pada 10 September 2026.

Kegiatan yang mengusung tema Finding Balance, Building Resilience dengan semangat Growing Together Through Changes tersebut membahas strategi pengelolaan kekayaan di tengah perubahan ekonomi.

Makassar dipilih sebagai salah satu kota dalam rangkaian Wealth Wisdom 2026 karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang terus berkembang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan.

Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank Eddie Sajoga mengatakan pertumbuhan ekonomi Makassar dan Sulawesi Selatan membuka peluang bagi perkembangan sektor pengelolaan kekayaan.

“Makassar merupakan salah satu pusat ekonomi penting di Indonesia Timur, dengan peran strategis dalam perdagangan, jasa, kesehatan, dan keuangan,” kata Eddie.

Menurut dia, pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan aset. Aspek perlindungan finansial, keluarga, keberlanjutan bisnis, hingga perencanaan lintas generasi juga perlu diperhitungkan.

Perubahan Ekonomi dan Peluang Investasi

Salah satu agenda Wealth Wisdom 2026 di Makassar adalah Market Outlook bertajuk Turning Economic Shifts into Opportunities. Forum ini menghadirkan Direktur PT Ashmore Asset Management Indonesia Steven Satya Yudha dan investor saham Lo Kheng Hong.

Steven menyoroti perubahan ekonomi global dan pasar modal sepanjang 2026. Sejumlah isu, seperti ketahanan energi, mineral kritis, perkembangan kecerdasan buatan atau AI, konsentrasi aset, serta dinamika suku bunga, disebut mempengaruhi arah investasi.

Menurut Steven, perubahan tersebut tidak selalu harus dipandang sebagai risiko.

“Penting bagi investor untuk tidak hanya melihat apa yang sedang terjadi, tetapi juga memahami peluang yang muncul di balik perubahan tersebut,” ujar Steven.

Dia mengatakan Indonesia memiliki sejumlah kekuatan dan posisi strategis yang dapat menjadi bagian dari peluang investasi. Karena itu, investor dinilai perlu memahami perkembangan pasar secara lebih menyeluruh dan tetap adaptif ketika mengambil keputusan.

Sementara Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memahami fundamental perusahaan sebelum membeli saham. Menurut dia, investor harus mengetahui bisnis yang dibeli dan menilai kemampuan perusahaan untuk tumbuh.

“Dalam berinvestasi, kita perlu memahami apa yang kita beli dan melihat kualitas bisnis serta kemampuan perusahaan untuk terus bertumbuh,” kata Lo.

Dia juga mengingatkan investor agar memiliki kesiapan dana ketika pasar mengalami koreksi. Pemahaman terhadap investasi, kata Lo, menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi risiko sekaligus memanfaatkan peluang.

Memasuki Tahun ke-12

Wealth Wisdom tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-12. Permata Bank menyebut program tersebut sebagai bagian dari edukasi pengelolaan kekayaan yang mencakup kebutuhan finansial nasabah dalam berbagai tahap kehidupan.

Pendekatan yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset, tetapi juga mencakup keluarga, bisnis, kesehatan, hubungan sosial, hingga persiapan generasi berikutnya.

Permata Bank menggunakan enam pilar dalam pendekatan tersebut, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments.

Setelah Semarang dan Makassar, rangkaian Wealth Wisdom 2026 dijadwalkan berlanjut ke Bali pada 15 September, Medan pada 23 September, Bandung pada 30 September, dan Surabaya pada 7 Oktober. Rangkaian tersebut kemudian ditutup di Jakarta pada 22 Oktober 2026.

Permata Bank juga memperkenalkan layanan Wealth Management yang menggabungkan pendampingan Relationship Manager, solusi berdasarkan kebutuhan nasabah, serta dukungan transaksi digital melalui Digital Transaction Assistance atau DiTA.

Pendampingan juga diarahkan kepada generasi penerus melalui program Next Gen Trip to Shanghai 2026. Program tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda dari keluarga nasabah Priority dan Private untuk mengunjungi universitas dan perusahaan di Shanghai serta memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan dan bisnis.

Permata Bank merupakan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BNLI dan dikendalikan Bangkok Bank Public Company Limited. Per 31 Juli 2026, bank tersebut melayani lebih dari 6,6 juta nasabah di 81 kota di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *