Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pejuang Subuh Jadi Pembiasaan Positif Siswa UPT SDN 156 Kalaena

94
×

Pejuang Subuh Jadi Pembiasaan Positif Siswa UPT SDN 156 Kalaena

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Semangat melaksanakan ibadah sekaligus membangun kedisiplinan sejak dini terus ditanamkan kepada siswa UPT SD Negeri 156 Kalaena melalui program Pejuang Subuh.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program Pejuang Subuh yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di bawah kepemimpinan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Melalui kegiatan ini, siswa dibiasakan bangun lebih awal dan melaksanakan salat Subuh, baik secara berjamaah di masjid maupun bersama keluarga di rumah masing-masing. Kebiasaan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas sesaat, tetapi dapat membentuk karakter disiplin dan religius dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah siswa UPT SDN 156 Kalaena tercatat mengikuti salat Subuh berjamaah di sejumlah tempat ibadah di lingkungan masing-masing.

Di Masjid Al Muttaqien Kalaena Kiri, di antaranya Raskha Alfarizi, Faturrahman Arianto, Ferdi Ardiansah, Aska Syabil, Charissa Ramadhani El Yusuf, dan Virza Ramadhan. Sementara di Masjid Nurul Iman Non Blok, terdapat Afifah Nahda Rafanda dan Kayla Zhafira.

Kemudian di Masjid Nurul Islam Mekar Sari, diikuti Fadhil Aldiano dan Aynaya Adiningrum. Sedangkan di Mushollah Alhidayah Tirto Sari, terdapat Muhammad Dzaky Altaf.

Selain melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid atau mushala, siswa lainnya tetap menjalankan ibadah tersebut di rumah bersama keluarga. Dengan demikian, pembiasaan Pejuang Subuh turut melibatkan peran orang tua dalam mendampingi anak-anak mereka.

Kepala UPT SDN 156 Kalaena, Syafruddin, S.Pd, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Selasa (22/9/2026), mengatakan kegiatan Pejuang Subuh memberikan dampak positif terhadap kedisiplinan siswa, khususnya dalam hal ketepatan waktu datang ke sekolah.

“Dampaknya sangat positif. Anak-anak yang sebelumnya terlambat ke sekolah karena adanya aktivitas Pejuang Subuh, sekarang menjadi lebih tepat waktu ke sekolah,” ujar Syafruddin.

Syafruddin berharap program Pejuang Subuh dapat terus dilanjutkan dan menjadi pembiasaan di satuan pendidikan, khususnya di Kabupaten Luwu Timur.

“Kami selaku pihak sekolah berharap kegiatan Pejuang Subuh terus ditindaklanjuti oleh satuan pendidikan, khususnya di Luwu Timur. Semoga kegiatan ini dapat mendekatkan anak-anak dalam pelaksanaan agama dan program ini terus berlanjut,” harapnya.

Ia menambahkan, pembiasaan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini sangat penting dalam membentuk karakter siswa.

“Dalam pelaksanaan kegiatan agama, pembiasaan harus dimulai sejak dini. Ala bisa karena biasa,” tutupnya.

Program Pejuang Subuh diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu membentuk kebiasaan positif yang melekat dalam diri siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.(Solihin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *