Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kepala SDN 122 Dauloloe Ajak Siswa Amalkan Nilai Pancasila

51
×

Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kepala SDN 122 Dauloloe Ajak Siswa Amalkan Nilai Pancasila

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di SDN 122 Dauloloe, Kamis (1/10/2026), berlangsung dengan khidmat. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga sekolah untuk kembali menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala sekolah SDN 122 Dauloloe, Liswarasari Dimeng, S.Pd., M.Pd., selaku pembina upacara, mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, serta siswa kelas 1 hingga kelas 6 untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai hafalan, tetapi menerapkannya dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Dalam amanatnya, Liswarasari menjelaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga Pancasila sebagai dasar negara.

Menurutnya, Pancasila memiliki peran penting dalam mempersatukan masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman suku, agama, bahasa dan budaya.

“Pancasila itu bukan hanya hafalan di dinding kelas. Pancasila adalah jiwa kita,” pesannya kepada para siswa.

Ia kemudian mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan berbagai kegiatan yang dilakukan di lingkungan sekolah. Salah satunya kegiatan Jumat Sehat Juara (JBJ) yang diisi dengan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah dari sampah plastik dan menata halaman.

Menurut Liswarasari, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata penerapan nilai Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial karena seluruh warga sekolah bekerja sama serta menjaga lingkungan yang menjadi milik bersama.

Ia juga mengingatkan siswa untuk menerapkan nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan dengan cara rajin beribadah sesuai agama masing-masing, menghormati orang tua dan guru, saling menyapa, membantu teman serta menghindari tindakan perundungan atau bullying.

“Jangan membully, suka menolong, katakan maaf jika salah dan terima kasih jika dibantu,” pesannya.

Selain itu, para siswa juga didorong untuk mencintai tanah air dengan menjaga nama baik sekolah, bangga menggunakan seragam sekolah dan mencintai produk dalam negeri.

Dalam kehidupan di sekolah, siswa juga diajak membiasakan musyawarah, menghargai pendapat teman serta bersikap jujur dalam memilih ketua kelas maupun mengambil keputusan bersama.

Sementara dalam penerapan nilai keadilan, Liswarasari mengingatkan siswa agar tidak melakukan kecurangan saat ujian, mau berbagi dengan teman dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Khusus kepada siswa kelas 6 yang dipandang sebagai calon pemimpin, ia meminta agar mampu menjadi teladan bagi adik-adik kelasnya. Sementara kepada siswa kelas 1 yang baru menerima seragam gratis, ia berpesan agar menjadikan hal tersebut sebagai penyemangat untuk lebih giat belajar.

Di akhir amanatnya, Liswarasari menegaskan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi tekad untuk belajar lebih rajin, lebih disiplin dan lebih peduli,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah sekolah bukan hanya diukur dari banyaknya prestasi dan piala yang diraih, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membentuk peserta didik yang memiliki akhlak dan karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut sejalan dengan berbagai prestasi yang baru diraih SDN 122 Dauloloe, di antaranya pada bidang ceramah, rebana dan salat jenazah.

“Sekolah yang hebat bukan hanya yang banyak pialanya, tapi sekolah yang mampu melahirkan anak-anak berakhlak Pancasila,” pungkasnya.(Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *