INPUTRAKYAT_MAJENE,— Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. A. Ritamariani, M.Pd, bersama Wakil Ketua I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Hj. St. Maryam Yusuf, mewakili Ketua DWP, menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka aksi percepatan penanganan dan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Majene.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 April 2026, tersebut berlangsung di Aula Siamasei Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara para mitra dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majene.
Keikutsertaan DWP Kementerian Agama Kabupaten Majene dalam forum strategis tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam upaya mempercepat penanganan dan menurunkan angka stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. St. Maryam Yusuf menekankan pentingnya keterlibatan Kementerian Agama, khususnya Kantor Urusan Agama (KUA), dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan stunting.
Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis dalam memberikan pembinaan kepada calon pengantin dan masyarakat. Salah satu hal yang perlu terus disosialisasikan adalah ketentuan mengenai usia minimal perkawinan 19 tahun, sebagai bagian dari upaya pencegahan perkawinan usia anak yang dapat berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan dan sosial.
“Kementerian Agama melalui KUA diharapkan dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk mengingatkan calon pengantin mengenai ketentuan usia minimal perkawinan 19 tahun. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung upaya pencegahan stunting,” ujar Hj. St. Maryam.
Ia juga menegaskan bahwa jajaran Kementerian Agama Kabupaten Majene bersama seluruh KUA siap berpartisipasi aktif dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, DWP, serta berbagai mitra terkait dinilai menjadi langkah penting dalam membangun gerakan bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Melalui sinergi dan kerja sama yang semakin kuat, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan generasi yang sehat, berkualitas, unggul, dan berdaya saing.














