Example 728x250
Example 728x250
Input Parlemen

DPRD Lutim Puji Program Pejuang Subuh, Prima Eyza: Bukan Sekadar Ajak Anak ke Masjid

15
×

DPRD Lutim Puji Program Pejuang Subuh, Prima Eyza: Bukan Sekadar Ajak Anak ke Masjid

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Program Pejuang Subuh yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendapat respons positif dari DPRD Luwu Timur.

Anggota DPRD Luwu Timur, Hj. Prima Eyza Purnama, menilai program tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.

Menurut Prima, Pejuang Subuh bukan sekadar mengajak anak-anak datang ke masjid dan melaksanakan salat Subuh berjemaah.

Lebih dari itu, program tersebut dinilai menjadi sarana untuk membangun kebiasaan positif, kedisiplinan, sekaligus menanamkan nilai keagamaan kepada generasi muda.

“Nilai penting dari Pejuang Subuh bukan semata-mata hadirnya anak-anak di masjid saat Subuh, tetapi pada proses membangun kebiasaan baik, belajar disiplin, menghargai waktu, hingga menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah,” ujar Prima.

Prima yang juga merupakan praktisi pendidikan dasar mengatakan, pembangunan daerah seharusnya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Menurutnya, pembangunan jalan, jembatan, gedung, dan berbagai infrastruktur lainnya memang penting.

Namun, pembangunan sumber daya manusia juga harus mendapat perhatian yang sama.

Ia menyebut pembentukan karakter anak sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan Luwu Timur.

“Pembangunan Luwu Timur tidak hanya tentang jalan dan gedung, tetapi juga mempersiapkan manusia unggul untuk masa depan,” katanya.

Dorong Program Berkelanjutan

Prima berharap Program Pejuang Subuh tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial yang hanya berlangsung sesaat.

Ia mendorong agar program tersebut terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak anak, termasuk mereka yang berada di wilayah pelosok desa.

Meski demikian, Prima mengingatkan agar pelaksanaan program mempertimbangkan kondisi setiap wilayah.

Menurutnya, kondisi geografis, jarak tempat tinggal dengan masjid, serta ketersediaan fasilitas di setiap desa tidak selalu sama.

Karena itu, pelaksanaan Pejuang Subuh perlu dilakukan secara fleksibel dan menyesuaikan kondisi masyarakat setempat.

“Program yang baik harus mampu menyesuaikan dengan kondisi masyarakat. Yang paling penting, nilai kedisiplinan dan kecintaan terhadap ibadah tetap tumbuh pada anak-anak,” ujarnya.

Prima berharap masjid dapat menjadi salah satu ruang penting dalam pembentukan karakter generasi muda Luwu Timur.

Ia menilai kebiasaan sederhana seperti bangun sebelum fajar, datang ke masjid, dan melaksanakan salat berjemaah dapat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang akan terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa.

“Jika dari masjid anak-anak belajar disiplin dan kebaikan, di situlah Pejuang Subuh menemukan makna sesungguhnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *