Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

FTBI Wasuponda Tetapkan Perwakilan ke Tingkat Kabupaten, Sejumlah Siswa Raih Hasil Terbaik

46
×

FTBI Wasuponda Tetapkan Perwakilan ke Tingkat Kabupaten, Sejumlah Siswa Raih Hasil Terbaik

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Wasuponda resmi digelar di UPT SDN 258 Sinongko, Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang bagi siswa sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan berbahasa daerah sekaligus melestarikan bahasa Bugis dan Toraja.

Seleksi tersebut diikuti perwakilan siswa dari sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Wasuponda. Para peserta berkompetisi dalam beberapa cabang lomba, yakni pidato, mendongeng, menulis cerita, dan komedi tunggal (stand up comedy) dalam bahasa Bugis dan Toraja.

Berdasarkan hasil seleksi, sejumlah siswa berhasil terpilih sebagai perwakilan Kecamatan Wasuponda untuk mengikuti FTBI tingkat Kabupaten Luwu Timur.

Pada cabang pidato Bahasa Bugis, kategori putra diraih Muh Fahri dari SDN 250 Wasuponda, sedangkan kategori putri diraih Aqliah dari SDN 258 Sinongko.

Untuk cabang mendongeng Bahasa Bugis, kategori putra diraih Khohil Padil A dari SDN 258 Sinongko dan kategori putri diraih Amirah dari SDN 246 Tabarano.

Sementara itu, pada cabang menulis cerita Bahasa Bugis, kategori putra diraih Zidan dari SDN 258 Sinongko dan kategori putri diraih Afifah dari SDN 246 Tabarano.

Adapun cabang komedi tunggal Bahasa Bugis dimenangkan oleh Muh Albar untuk kategori putra dan Salsabilah Cahyani untuk kategori putri. Keduanya berasal dari SDN 262 Larona.

Pada cabang pidato Bahasa Toraja, kategori putra diraih Yanan Kianggae dari SDN 258 Sinongko, sedangkan kategori putri diraih Vaula Inzu Maldini dari SDN 250 Wasuponda.

Untuk cabang mendongeng Bahasa Toraja, kategori putra diraih Febiolah dari SDN 258 Sinongko dan kategori putri diraih Adriyel T dari SDN 245 Tole-Tole.

Pada cabang menulis cerita Bahasa Toraja, kategori putra diraih Julio Anugrah dari SDN 258 Sinongko, sedangkan kategori putri diraih Elni Simon P dari SDN 246 Tabarano.

Sementara itu, pada cabang komedi tunggal Bahasa Toraja, kategori putra diraih Dipa Kala Allo dan kategori putri diraih Nurmita Lebok. Keduanya berasal dari SDN 262 Larona.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Wasuponda, Nelly Mandotti, S.Pd., menyampaikan bahwa FTBI merupakan salah satu upaya untuk mendorong generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa daerah.

Menurutnya, selama ini siswa lebih banyak diperkenalkan dengan bahasa asing, seperti Bahasa Inggris. Karena itu, kehadiran FTBI menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Bugis dan Toraja melalui kegiatan yang edukatif dan kompetitif.

“Melalui festival ini, anak-anak dilatih untuk bertutur, mendongeng, menulis cerita, dan berpidato menggunakan bahasa daerah. Ini menjadi langkah positif agar bahasa Bugis dan Toraja tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda,” ungkapnya.

Ia berharap pelestarian bahasa daerah dapat terus diperkuat di lingkungan sekolah, baik pada jenjang sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama (SMP).

Persiapan Scout Camp Turut Dibahas
Selain seleksi FTBI, rapat yang berlangsung di UPT SDN 258 Sinongko tersebut juga membahas persiapan lomba Scout Camp dengan tema “Menuju Pramuka Maju, Aktif dan Terarah”.

Rapat tersebut dihadiri oleh para kepala sekolah SD dan SMP, Ketua K3S Kecamatan Wasuponda.

Persiapan tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan kepramukaan sekaligus mendorong siswa menjadi generasi yang aktif, mandiri, disiplin, dan berprestasi.

Adapun FTBI tingkat Kabupaten Luwu Timur dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Malili pada 13–14 Oktober 2026 untuk jenjang SMP, sedangkan jenjang SD dilaksanakan pada 15–16 Oktober 2026.

Melalui kegiatan ini, para siswa yang terpilih diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik Kecamatan Wasuponda pada ajang FTBI tingkat kabupaten, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah bagi generasi muda yang aktif, berprestasi, dan bangga terhadap budaya lokal. (Solihin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *