Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Tanamkan Nilai Religius dan Toleransi, Sekolah di Angkona Biasakan Kegiatan Keagamaan Setiap Kamis

89
×

Tanamkan Nilai Religius dan Toleransi, Sekolah di Angkona Biasakan Kegiatan Keagamaan Setiap Kamis

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Upaya menanamkan nilai-nilai religius, membentuk karakter, serta memperkuat toleransi antarumat beragama terus dilakukan di lingkungan sekolah di Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.

Salah satu bentuk penerapannya adalah melalui pembiasaan kegiatan keagamaan setiap hari Kamis bagi siswa dan guru sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

Adi bin Padlang Nur, S.Pd., selaku Kepala Sekolah sekaligus Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Angkona, menjelaskan bahwa bagi siswa beragama Islam, kegiatan keagamaan dilaksanakan melalui pembiasaan salat Duha dan membaca Surah Yasin secara berjamaah.

Kegiatan tersebut bertujuan membentuk karakter peserta didik agar memiliki akhlak yang baik, meningkatkan keimanan, serta membiasakan mereka menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, bagi guru dan siswa beragama Hindu, kegiatan keagamaan juga dilaksanakan setiap hari Kamis melalui sembahyang bersama di halaman sekolah.

Pembiasaan ini menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kebutuhan spiritual seluruh warga sekolah, sekaligus memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya.

Menurut Adi, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, menanamkan nilai moral, dan mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Melalui pembiasaan kegiatan keagamaan ini, kami berharap anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” ungkapnya.

Penerapan kegiatan keagamaan bagi siswa Muslim dan Hindu ini mencerminkan pentingnya sikap saling menghargai di lingkungan pendidikan.

Perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, melainkan menjadi kesempatan untuk menumbuhkan sikap toleran sejak dini.

Dengan pembiasaan tersebut, sekolah diharapkan menjadi tempat yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kerukunan.

Semangat toleransi dan kerukunan yang dibangun sejak bangku sekolah menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk hidup harmonis di tengah masyarakat yang beragam, khususnya di Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *