Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Drainase di Km 6 Poros Sorowako Diduga Tak Tuntas, Warga Khawatir Lumpur Masuk Rumah

132
×

Drainase di Km 6 Poros Sorowako Diduga Tak Tuntas, Warga Khawatir Lumpur Masuk Rumah

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM, — Galian drainase di Jalan Poros Sorowako Km 6, Dusun Balambano Indah, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, menuai keluhan warga.

Saluran yang dikerjakan di tengah permukiman itu disebut tidak tersambung hingga ke sungai. Warga khawatir, saat hujan turun, air bercampur lumpur justru meluap ke jalan dan masuk ke rumah.

Munazar, warga setempat, mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut setelah melihat perusahaan pelaksana mengangkut peralatan kerja dari lokasi.

Ia menduga pekerjaan itu telah berakhir, meski saluran drainase belum terhubung ke sungai.

“Sudah selesai mi kah ini pekerjaan, karena saya lihat perusahaan yang kerja ini galian drainase sudah mengangkut alat kerjanya di lokasi,” kata Munazar, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurut dia, kondisi saluran yang tidak tersambung berpotensi membuat aliran air tersendat. Ketika hujan turun, lumpur dikhawatirkan mengalir ke badan jalan hingga masuk ke rumah warga.

“Kalau ini sudah selesai, waduh kalau hujan masuk semua lumpur ke jalan sampai ke rumah saya karena galian tidak tembus ke sungai,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan drainase tersebut dilaksanakan PT SKS, subkontraktor PT Vale Indonesia.

Saat dikonfirmasi, PJO PT SKS, Yohel, menyatakan pekerjaan telah selesai. Ia mengatakan sisa material akan digunakan masyarakat di sekitar lokasi untuk menimbun area milik mereka.

Namun, ketika ditanya mengenai alasan pekerjaan dinyatakan selesai dalam kondisi saluran yang disebut warga belum tersambung ke sungai, Yohel tidak memberikan jawaban.

Ia juga tidak menjelaskan siapa masyarakat yang dimaksud akan menggunakan sisa material tersebut.

Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai apakah pekerjaan drainase itu masih akan dilanjutkan hingga tersambung ke sungai.

Bagi warga, persoalannya bukan sekadar galian yang ditinggalkan, melainkan ke mana air akan mengalir ketika hujan datang.

Tanpa kejelasan fungsi dan kelanjutan saluran, kekhawatiran terhadap luapan lumpur masih membayangi permukiman di Balambano Indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *