INPUTRAKYAT_LUTIM,—Pembiasaan ibadah sejak dini terus ditanamkan kepada siswa UPT SDN 259 Balambano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, melalui Program Pejuang Subuh. Sejumlah siswa mengikuti shalat Subuh berjamaah di Masjid Babul Jannah, Dusun Balambano, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membentuk karakter siswa agar terbiasa menjalankan kewajiban agama dengan kesadaran sendiri.
Pelaksanaan program juga dilengkapi dengan daftar hadir sebagai bagian dari pemantauan keikutsertaan siswa.
Program Pejuang Subuh yang diinisiasi oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran beribadah sekaligus membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak baik.
Kepala UPT SDN 259 Balambano, Rahel Talinuya, mengatakan bahwa shalat seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kebiasaan, tetapi menjadi panggilan jiwa untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Shalat bagi saya secara pribadi jangan dijadikan hanya sebagai kebiasaan, tetapi benar-benar menjadi panggilan jiwa untuk menjadi manusia yang lebih baik dan menuju surga,” ungkapnya.
Menurut Rahel, keberhasilan Program Pejuang Subuh juga sangat bergantung pada keteladanan guru. Pendidik tidak cukup hanya mengarahkan siswa untuk bangun pagi dan pergi ke masjid, tetapi harus menunjukkan contoh nyata melalui tindakan.
Ia menegaskan, guru perlu berani meninggalkan zona nyaman, terutama pada waktu dini hari, demi mendampingi siswa melaksanakan salat Subuh berjamaah.
“Bagaimana siswa mau salat jika gurunya sendiri tidak ikut berjuang bangun Subuh setiap hari untuk bersama-sama ke masjid?” ujarnya.
Rahel berharap, melalui keteladanan tersebut, siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang terbiasa menjalankan ibadah tanpa paksaan.
Dengan demikian, kesadaran beragama tidak hanya muncul karena arahan guru, tetapi berkembang menjadi kebutuhan dan kemauan dari dalam diri masing-masing siswa.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bukan semata-mata tanggung jawab guru di sekolah. Orang tua memiliki peran penting dalam mendidik dan mengingatkan anak-anak tentang pentingnya shalat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci agar kebiasaan beribadah yang ditanamkan melalui Program Pejuang Subuh dapat terus berlanjut, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Kalau kita menjaga salat, insyaallah shalat juga akan menjaga kita di dunia dan akhirat,” tutup Rahel. (Solihin).














