INPUTRAKYAT_LUTIM,—UPT SDN 206 Mantadulu, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, mendapatkan bantuan pemerintah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp1.263.110.516 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026.
Program revitalisasi tersebut mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, satu rumah dinas guru, satu WC siswa, satu ruang kantor, dan satu ruang perpustakaan. Pekerjaan juga meliputi penataan lingkungan serta penataan toilet baru.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pelaksanaan revitalisasi dijadwalkan berlangsung mulai 7 September hingga 27 Desember 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 206 Mantadulu.
Kepala UPT SDN 206 Mantadulu, Maryam Ismail, S.Pd.I., M.M., mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan melibatkan masyarakat Desa Mantadulu melalui sistem swakelola. Warga setempat diberdayakan sebagai tenaga kerja dalam pengerjaan sejumlah fasilitas sekolah.
Menurut Maryam, pelibatan masyarakat merupakan salah satu upaya agar program revitalisasi tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai prosedur, mengutamakan kualitas bangunan, serta diselesaikan tepat waktu.
“Harapan saya, setelah revitalisasi ini selesai, siswa semakin bersemangat belajar. Kami juga berharap tidak ada masalah di kemudian hari karena pekerjaan harus dilaksanakan sesuai prosedur dan tepat waktu,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Pembelajaran Tetap Berjalan Selama Pembangunan.
Di tengah berlangsungnya pekerjaan revitalisasi, kegiatan belajar mengajar di SDN 206 Mantadulu tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal menjadi dua sesi, yakni pagi dan siang.
Pengaturan tersebut dilakukan agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung selama proses perbaikan dan pembangunan fasilitas sekolah.
Saat ini, SDN 206 Mantadulu memiliki 177 siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Proses pendidikan didukung oleh 12 tenaga pendidik, satu operator sekolah, dan satu tenaga teknis.
Maryam berharap revitalisasi ini dapat menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan secara rutin terhadap pelaksanaan pekerjaan agar kualitas bangunan tetap terjaga dan hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Dengan dukungan anggaran pemerintah tersebut, revitalisasi SDN 206 Mantadulu diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi 177 siswa. (Solihin).














