Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pembuatan Website Resmi Dinas Pariwisata Lutim Dipertanyakan

415
×

Pembuatan Website Resmi Dinas Pariwisata Lutim Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pembuatan website resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Timur yang menelan APBD tahun 2017 sebesar Rp. 25 juta itu menuai pertanyaan dari sejumlah aktivis, salah satunya Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Luwu Timur.

Menurut Ketua Pospera Kab. Luwu Timur Erwin R Sandi, bahwa Website resmi Dinas Pariwista Lutim tidak sebanding tampilan dan harganya.

Tak hanya itu, Website resmi Dinas Pariwisata Luwu Timur yang semestinya memberikan informasi kepada masyarakat tentang Pariwisata melalui Laman/website. “www.Ayokeluwutimur.com” itu tidak sebanding harganya yang dianggarkan mencapai Rp.25 juta.

“Tampilanya terlihat Standar sekali ,tidak sama dengan website yang harganya 5 sampai 8 jutaan. Yang jelasnya tidak sebanding dengan harganya Rp.25 juta,” beber Erwin.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Erni Darwis mengaku kalau halaman website dinas pariwisata belum selesai total 100 persen.”Itu belum selesai dek 100 persen,” kata Erni kepada InputRakyat.co.id, Rabu (28/02/18).

Dia juga membantah jika anggaran pembuatan Website sebesar Rp. 25 juta di nilai tidak sebanding harga dan tampilanya.

“Kalau ada yang bilang tidak sesuai harga dan tampilannya itu siapa yang bilang, ini barang masih berproses dan belum selesai 100 persen” tambah Erni.

Ia mengaku bahwa kegiatan pembuatan Website tersebut dianggarkan melalui APBD tahun 2017, hingga memasuki 2018 pembutan Website belum selesai 100 persen yang dikerjakan Danu Bahtera Anugrah.

Terpisah, Danu selaku jasa Web yang dikonfirmasi mengaku Website Dinas Pariwista sudah selesai, bahkan sudah diserahkan sepenuhnya ke Dinas Pariwista.

“Kalau untuk pengadaanya, itu sudah selesai, hanya saja masih ada yang kurang, sebab untuk merubah-rubah agar tampilanya bagus itu butuh keahlian,” kata Danu.

Danu juga mengaku bahwa conten menejemen Sistem (CMS) yang digunakan pada website tersebut adalah CMS gratisan.

“Kalau (CMS) itu hampir semua website di pemerintah Daerah juga mengunkan itu,” tambahnya.

Danu menambahkan, untuk isi website secara keseluruhan juga belum dimasukan, mengingat Dinas terkait belum mengirim datanya.”Kalau untuk isinya itu memang belum, berhubungan dinas belum menyediakan datanya yang mau dimasukan,” tutup Danu.

Liputan: Ingo/Tim | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *