Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Foto: Jembatan Pawosoi Lutim Telan APBN Rp 13 M, Begini Hasilnya

668
×

Foto: Jembatan Pawosoi Lutim Telan APBN Rp 13 M, Begini Hasilnya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Perbaikan jembatan Pawosoi yang merupakan penghubung Jl. Trans Sulawesi tepatnya di desa Kalaena, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, menelan APBN Rp. 13 Milyar tahun 2017.

Informasi yang dihimpun, besaran anggaran tersebut digelontorkan ke 7 titik se Sulsel, diantaranya pembangunan jembatan Pawosoi.

Pantauan media ini, landasan jembatan tampak retak sepanjang 3 meter yang cukup terbuka lebar.

Hal itu menjadi kekhawatirkan warga setempat terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kondisi ini sangat berbahaya, kalau ini dibiarkan terus ditakutkan jembatan akan rubuh, sementara jembatan tersebut merupakan penghubung jalur trans Sulawesi,” ungkap Syarif kepada InputRakyat.co.id, Minggu (15/04/18).

Menurut Syarif, selama pelaksanaan, saya tidak pernah melihat papan proyeknya, katanya.

Terpisah, Cici selaku pengawas pelaksanaan ini dari Dinas PU Provinsi Sulsel saat dimintai tanggapan menjelaskan, bahwa keretakan ini kemungkinan diakibatkan derasnya hantaman aliran sungai mengakibatkan bronjong turun pak, sehingga landasan jembatan retak,” ucapnya.

“Persoalan ini saya akan laporkan ke atas (pimpinan-red) untuk ditindaklanjuti. Karena, hal ini masih dalam masa pemeliharaan selama 2 tahun,” terang Cici.

Total anggaran keseluruhan kata Cici, sebesar Rp. 13 M bersumber dari APBN tahun 2017, yang diperuntukkan di 7 item pekerjaan, bebernya.

Lanjutnya, perbaikan jembatan ini dilakukan oleh PT. Mitra Aiyangga asal Kota Manado, Sulteng.

Ia menambahkan, untuk perencanaan pekerjaan ini sudah sesuai dengan bestek dan kondisi di lapangan, jadi keretakan ini kemungkinan disebabkan faktor alam,” katanya.

Sementara itu, Divisi Hukum dan Ham LSM JARI Indonesia, Arsad mengatakan, kalau kami analisa proses pelaksanaannya diduga tak sesuai dengan bestek. Nah’ kalau mereka klaim bahwa sudah sesuai dengan perencanaan, kenapa tak dianalisa dari awal kalau nantinya ada faktor alam, karena aliran Sungai Pawosoi terkadang deras.

Oleh sebab itu kata Arsad, proses pelaksanaan ini patut dipertanyakan dengan hasil seperti ini.

“Anggaran yang menelan jembatan ini cukup fantastik, kami minta penegak hukum dalam hal ini Sat Reskrim Polres Lutim untuk melakukan penyelidikan terkait proses pelaksanaan jembatan tersebut, imbuhnya.

Liputan: Amir | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *