INPUTRAKYAT_LUTIM,—Makassar,Era digital telah mengubah cara masyarakat mengakses, mengonsumsi, dan berinteraksi dengan informasi. Hal inilah yang menjadi fokus bahasan dalam sesi pelatihan bertajuk “Publikasi Berita di Era Platform Digital” yang disampaikan oleh Abdul Rahman dalam kegiatan Pengembangan Kompetensi Jurnalis Media Partner Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Dalam paparannya, Abdul Rahman menjelaskan bahwa publikasi berita saat ini tidak lagi terbatas pada media cetak atau portal daring konvensional. Berbagai platform digital seperti YouTube, Facebook, Instagram, TikTok, hingga X (Twitter) kini menjadi saluran baru yang sangat efektif dalam menyebarkan informasi kepada publik.
“Proses publikasi berita kini bisa dilakukan secara instan.satu peristiwa yang terjadi di Luwu Timur, dan dalam hitungan detik bisa diketahui masyarakat di seluruh dunia”ujar Abdul Rahman”
Namun, kemudahan dan kecepatan ini juga membawa tantangan baru bagi jurnalis. Ia menegaskan bahwa kecepatan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah berita, melainkan kredibilitas dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang benar.
“Setiap jurnalis perlu memahami karakter setiap platform.Konten yang menarik di tik tok belum tentu cocok di portal berita.Tantangan nya adalah bagaimana kita bisa menyesuaikan pesan tanpa mengorbankan kebenaran dan etika”Ujar beliau.
Abdul Rahman juga menyoroti pentingnya kemampuan jurnalis dalam mengelola informasi lintas platform, memahami algoritma media sosial, dan menjaga konsistensi narasi agar pesan pembangunan daerah tersampaikan dengan baik kepada publik.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Luwu Timur ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk memperkuat kapasitas jurnalis lokal dalam menghadapi transformasi digital. Melalui pemahaman terhadap platform baru, jurnalis diharapkan mampu menjadi penghubung informasi yang cerdas dan berintegritas di tengah derasnya arus berita online.
“Di era digital,siapapun bisa menjadi penyampaian informasi.Tapi jurnalis sejati tetap dibutuhkan untuk memastikan informasi itu benar, berimbang dan bermanfaat”ujar Abdul Rahman.














