Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

Luncurkan Program TMMD, Anak-Anak di Desa Bontobudung Kepincut Pengen Jadi TNI

513
×

Luncurkan Program TMMD, Anak-Anak di Desa Bontobudung Kepincut Pengen Jadi TNI

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_GOWA,–TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan memiliki tugas yang harus diemban, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

Dimana TNI melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Adapun tugas OMSP diantaranya, memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta, membantu tugas pemerintah di daerah, membantu menanggulangi bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Berangkat dari hal itu, TNI melaksanakan tugas-tugas dengan menggunakan pola operasi bakti TNI.

Operasi bakti Tahun Anggaran 2018 ini digelar secara serentak di 51 Komando Distrik Militer (Kodim) se Indonesia, yang mengusung tema “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” yang dilaksanakan pada 15 Oktober sampai 13 November 2018.

Dari 51 Kodim se Indonesia, 4 diantaranya merupakan wilayah Kodam XIV/Hasanuddin yakni, Kodim 1409/Gowa Korem 141/Tp, Kodim 1411/Bulukumba Korem 141/Tp, Kodim 1414/Tator Korem 142/Tatag dan 1413/Buton Korem 143/HO.

Untuk diketahui, operasi bakti 2018 tersebut merupakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103.

TMMD ini merupakan program kerjasama yang terpadu dan berkelanjutan antara TNI, Pemda, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah non Kementerian (LPNK) dan masyarakat yang mensinergikan program masing-masing instansi untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah-daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Salah satu bukti nyata tepatnya di wilayah Kodam XIV/Hasanuddin diantaranya Kodim 1409/Gowa. Dimana menerapkan program TMMD dengan 10 sasaran fisik diantaranya, pembangunan Jalan Beton 186 x 4 m, pembangunan Saluran Irigasi 108 m, pembangunan Rumah dan Pompa air di areal persawahan, pembangunan Jalan paving blok 196 x 4 m, Pembangunan Saluran Irigasi 158 m, pembangunan Jalan paving blok 224 x 3,5 m, pembangunan Jalan paving blok 195 x 3,5 m, pembangunan Saluran Irigasi 108 m dan pembangunan Saluran Irigasi 108 m serta pembangunan Saluran Irigasi 108 m.

Tidak hanya bergerak dalam sasaran fisik, Kodim 1409/Gowa juga menerapkan sasaran non fisik yakni, penyuluhan tentang ISIS dan Terorisme, Bela Negara, Wawasan Kebangsaan dan penyuluhan pertanian.

Hal tersebut dilakukan di wilayah Desa Bontobudung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Yang tentunya membawa harapan baru bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kenapa wilayah Desa Bontobudung menjadi sasaran program? Itu dikarenakan minimnya sentuhan pembangunan. Salah satunya, ketidak tersedianya saluran irigasi di persawahan masyarakat.

Sehingga hal tersebut menjadi momok utama masyarakat khususnya masyarakat petani disaat memasuki musim kemarau, dimana dikhawatirkan akan diperhadapkan pada gagal panen.

Karena tidak tersedianya jaringan irigasi, masyarakat terpaksa harus mengandalkan air hujan yang hanya terjadi sekali dalam setahun.

Dengan semangat gotong royong, tampak TNI bersama warga dan Pemda Gowa serta Polri membangun jaringan irigasi sepanjang 158 meter dan lebar 1 meter.

Namun pada proses pelaksanan tersebut, TNI bersama warga serta yang terlibat langsung harus bekerja secara ekstra berhati-hati. Pasalnya, jalur dilalui irigasi terletak pada tebing yang terjal.

Namun hal itu bukan menjadi kendala atau menyurutkan niat dalam membangun. Ternyata, TNI mempunyai cara tersendiri yakni dengan menggunakan pipa paralon yang di turunkan ke lokasi pembangunan irigasi sepanjang 50 meter.

Dengan tujuan agar campuran material yang telah diaduk bersama semen dimasukkan kedalam pipa dengan menggunakan ember kecil sembari memukul-mukul agar material mudah turun ke bawah melalui pipa.

Semangat dan makna kebersamaan itu terbangun saat bahu membahu dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut terlebih-lebih dikala tiba jam istrahat, terlihat warga bersama anak-anak membawakan makanan dan air minum kepada anggota TNI beserta pekerja lainnya, senyum dan tawa teraut diwajah meraka seolah tak ada sekat.

Hal tersebut menandakan sebagai simbol kemanunggalan, bahwa warga akan tetap percaya TNI untuk selalu bersama rakyat.

Melihat kebersamaan itu, ternyata anak-anak warga setempat mengagumi serta berkinginan mengabdikan dirinya menjadi TNI kelak.

Itu dibuktikan saat salah satu prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-103 Kodim 1409/Gowa bercanda bersama sekaligus menanyakan keinginan mereka (anak-red) ketika besar kelak.

Saat ditanya, spontan para anak-anak menjawab akan menjadi TNI.

Tak sampai disitu, setiap hari ketika balik dari sekolah rombongan anak-anak tersebut selalu mendatangi tempat dimana para anggota TNI membangun irigasi serta mendatangi tempat istrahat para TNI, tak lain hanya untuk ngobrol.

Dandim 1409/Gowa Letkol Arh Nur Subekhi selaku Dansatgas TMMD ke-103 Gowa mengungkapkan, keberadaan para prajurit TNI di Bontobuddung memang menarik perhatian anak-anak. Maklum saja, selama ini mereka belum pernah melihat dan merasakan kehadiran prajurit TNI dengan jumlah banyak dalam waktu cukup lama di kampungnya, ungkapnya.

“Kadang saya iseng bertanya kepada mereka soal cita-citanya. Ternyata jawaban mereka sama semua, ingin jadi prajurit TNI. Mereka menjawab dengan sangat polos dan benar-benar ingin menjadi prajurit TNI,” ucap Pasiter.

Asri (11) yang masih duduk dibangku kelas VI SD dan Sahli (10) kelas V SD Negeri Lojong, dimana merupakan anak-anak Tompobulu terpencil itu pun mengutarakan alasan mengapa ingin menjadi TNI, keduanya mengaku senang dengan keberadaan para prajurit TNI di kampungnya untuk menguras tenaga dan rela menginap dalam waktu yang cukup lama hanya bekerja membenahi fasilitas umum di sana.

Lain halnya pasangan Bapak Rasyid dan Ibu Sayani yang memiliki dua anak yakni Rehan (12) kelas VI SD dan Reza (7) kelas 1 SD, selaku pemilik rumah yang ditinggali oleh para personel Satgas TMMD.

Dimana Ia mengaku berterima kasih dan mengucap rasa syukur atas kehadiran para prajurit untuk tinggal dirumahnya. “Bapak-bapak ini saya sudah anggap bagian dari pada keluarga saya, kurang lebih sebulan tinggal bersama saya, anak-anak sayapun juga sudah sangat akrab dengan mereka, kalau umur panjang ke dua anak saya ini saya mau jadikan Tentara juga,” beber Rasyid dengan wajah terharunya.

Selama di wilayah tersebut terlihat warga dan anak-anak sangat bangga dengan kedatangan TNI. Mereka terlihat terharu dan benar-benar berharap anaknya di kemudian hari bisa menjadi anggota TNI.

Menanggapi cita-cita anak-anak di Desa Desa Bontobudung menjadi TNI, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku bangga atas keinginan tersebut.

“Saya merasa bangga kalau anak-anak di Gowa ingin menjadi TNI,” ucap Adnan Purichta Ichsan.

Itu artinya kata Adnan, mereka siap jiwa raga mengabdi untuk bangsa ini.

Menurutnya, kita tahu bahwa pengabdian TNI kepada bangsa tidaklah pamrih, tutupnya.

Liputan: Noya | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *