Example 728x250
Example 728x250
Input Regional

Kementerian Kelautan dan Perikanan Beri Bantuan Nelayan Sulsel

418
×

Kementerian Kelautan dan Perikanan Beri Bantuan Nelayan Sulsel

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR,– Melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Para angota Komisi IV DPR RI, berkunjung ke Pantai Losari, Kota Makassar, guna memberikan bantuan secara simbolis kepada para nelayan. (15/12/2018)

Dalam sambutannya Dirjen Perikanan Tangkap, M. Zulficar Mochtar mengatakan bahwa Sumber daya ikan yang hidup di wilayah perairan Sulawesi Selatan memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi.

Di wilayah perairan laut provinsi terdapat beberapa jenis ikan bernilai ekonomi tinggi, yaitu 39% di antaranya adalah sumber daya ikan pelagis kecil dominan berupa ikan kembung, layang dan ikan teri, 24% adalah sumber daya pelagis besar termasuk di dalamnya adalah Tuna, Tongkol, Cakalang, Tenggiri dan jenis perikanan pelagis besar lainnya yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi.

Selanjutnya, 22% merupakan adalah jenis sumber daya ikan demersal di antaranya ikan kakap merah, kue, lencam, peperek dan kurisi. Selebihnya adalah sumber daya ikan karang dan jenis udang-udangan.

“Khusus untuk kota Makassar, pada tahun 2016 mampu memberikan kontribusi sebesar 4% dari total produksi perikanan laut di Sulawesi Selatan, yaitu sekitar 12.989 ton senilai kurang lebih Rp.262 milyar. Perikanan laut yang didukung 17.730 nelayan dan 4.606 armada kapal penangkap ikan” katanya.

Dalam acara ini, DJPT memberikan bantuan secara simbolis berupa sarana penangkapan ikan yakni 9 (empat) unit dan 20 paket alat penangkapan ikan kepada 5 Koperasi yakni kepada 2 unit kapal perikanan 5GT dan 2 paket alat penangkap ikan gillnet kepada Koperasi Serba Usaha Surya Turate KabupatenJeneponto 4 unit kapal perikanan 5GT dan 4 paket alat penangkap ikan gillnet kepada Koperasi Tani Bumi Masiang Kabupaten Wajo 1 unit kapal perikanan 20GT dan 1 paket alat penangkap ikan pole and line serta 5 unit kapal perikanan 3GT dan 5 paket alat penangkap ikan gillnet kepada Koperasi Nelayan dan Tambak Basma Bahari; 16 paket alat penangkap ikan kepada Koperasi Nelayan dan Tambak Basma Bahari; 1 unit kapal perikanan 10GT dan 1 paket alat penangkap ikan gillnet kepada KSU Karya Mandiri Nelayan Kabupaten Selayar; 1 unit kapal perikanan 10GT dan 1 paket alat penangkap ikan gillnet kepada KSU Cahaya Timur Kabupaten Takalar dan bantuan kapal perikanan sebanyak 7 (tujuh) unit dan 7 (tujuh) paket alat penangkapan ikan kepada 3 Koperasi.

Selain itu ada juga Pemberian simbolis bantuan permodalan dari Bank BRI yang diberikan kepada Muliadi berupa Kredit Usaha Rakyat senilai Rp 25.000.000,00; Ali berupa Kredit Usaha Rakyat senilai Rp 15.000.000,00.

Bank Mandiri memberikan bantuan permodalan kepada Pareyo DG Situju berupa Kredit Usaha Mikro senilai Rp.100.000.000,00; H. Syukri DG Nojeng berupa Kredit Usaha Mikro senilai Rp.100.000.000,00 dan Kadir DG Pata berupa Kredit Usaha Mikro senilai Rp.100.000.000,00. Bank BNI memberikan kepada Syaharuddin berupa Kredit Usaha Rakyat senilai Rp 20.000.000,00; dan tabungan emas pegadaian kepada 10 orang.

“Untuk data outstanding kredit sektor perikanan tangkap di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 hingga Bulan September 2018 sebesar Rp. 231,3 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 7.619. Khusus untuk Kota Makasar, jumlah outstanding kredit sebesar Rp. 73,8 miliar dengan jumlah debitur sebanyak 918” Ungkap Zulficar

DJPT juga memberikan Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) kepada 5 nelayan yakni kepada DG Rente (meninggal dunia), klaim sebesar Rp. 20 juta; Sattuali DG Sewang (meninggal dunia), klaim sebesar Rp. 20 juta; Baharu (meninggal dunia), klaim sebesar Rp. 20 juta; Musliming (meninggal dunia), klaim sebesar Rp. 160 juta; Rahman DG Lau (meninggal dunia), klaim sebesar Rp. 20 juta.

“Untuk jumlah realiasi asuransi nelayan tahun 2018 di Provinsi Sulawesi terdapat 11.007 asuransi, dan untuk kota Makasar sendiri ada sebanyak 97 nelayan yang sudah menggunakan Asuransi Mandiri” Terangnya.

Zulficar menjelaskan terkait dengan realisasi BPAN dalam 3 (tiga) tahun terakhir, Kota Makassar telah berhasil mengcover sebanyak 4.726 orang nelayan. Sedangkan untuk Asuransi Nelayan Mandiri, tercatat di Sulawesi Selatan per November 2018 sebanyak 646 orang nelayan, dan khusus untuk Kota Makassar sebanyak 97 orang.

Dengan adanya pemberian dari pemerintah tersebut, Zulficar berharap bantuan-bantuan yang telah diberikan tersebut bukan hanya akan meningkatkan kesejahteraan nelayan, tetapi dapat memberikan multiplier effect kepada masyarakat sekitarnya yang mendapat manfaat berganda dengan keberadaan bantuan yang dapat meningkatkan kesejateraan, ekonomi dan taraf hidup nelayan.

Liputan : Freya : Editor : Amk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *