INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pasca PT. Vale Indonesia menghibahkan bangunan nursery Malili atau pusat persemaian bibit tanaman ke pemerintah daerah pada Rabu (25/01/17) lalu, hingga saat ini tampak terkesan mubazir.
Pasalnya, bangunan yang terletak di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, tepatnya di belakang Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Lutim, terlihat tak terurus dan bahkan sudah dipenuhi tanaman liar berupa rumput.
Selain itu, bangunan tempat persemaian bibit tanaman itu kini hanya tinggal dua unit dimana sebelumnya tiga unit.
Tak sampai disitu, tampak pula kondisi atap bangunan yang terbuat dari plastik, sobek.
Terbengkalainya bangunan itu sampai saat ini belum diketahui siapa penanggung jawab. Pasalnya, saat di konfirmasi pihak Dinas Pertanian Luwu Timur mengatakan, bahwa bangunan itu belum diserahkan dari pemerintah daerah.
“Kami belum bisa berkomentar pak terkait itu, karena kami belum menerima penyerahan dari Pemda secara penuh, sehingga kami belum benahi,” ungkap salah satu staf Dinas Pertanian yang enggan dipublikasikan namanya kepada InputRakyat.co.id, Rabu (16/01/19).
Kalau mau ki lebih jelasnya konfirmasi ki bidang aset, tambahnya.
Sementara itu, Bidang Aset BPKD Lutim, Samsul Rizal mengatakan, bahwa bangunan nursery Malili tersebut di bangun oleh PT. Vale kemudian diserahkan ke pemerintah daerah dan dikelolah langsung oleh dinas pertanian.
Menurutnya, belum lama ini saya sudah konfirmasi ke bagian hukum bahwasanya hal itu sudah diserahkan ke dinas pertanian baru-baru ini, ujar Poyo sapaan akrab Samsul Rizal.
Terpisah, Kabag Hukum Sekertariat daerah Lutim, Yeris mengungkapkan, hal itu sempat dipending karena ada beberapa kelengkapan belum terpenuhi secara teknis, dan saya belum bisa memastikan secara detail bagaimana perkembangannya. Yang jelas kita sudah terima dari PT. Vale.
Untuk penanggung jawab secara keseluruhan yakni pemerintah daerah dan kemungkinan belum ada penyerahan ke Dinas pertanian dalam bentuk kertas, ucapnya.
“Yang jelas saya belum tahu pastinya karena saya lagi di luar kota,” tutup Yeris.
Untuk diketahui, nursery Malili dibangun PT. Vale pada Juli 2013 dan rampung di April 2014 kemudian digelar serah terima hibah yang ditandai dengan penandatangan MoU di Aula Rujab Bupati pada Januari 2017.
Liputan: Arif | Editor: Amk.














