Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Peserta Study Tiru dari Lutim Tiba di Klaten, Ini Tujuannya

395
×

Peserta Study Tiru dari Lutim Tiba di Klaten, Ini Tujuannya

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Sebanyak 80 orang perwakilan dari 2 kecamatan daerah pemberdayaan PT. Vale Indonesia (PTVI) yakni Kecamatan Malili dan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, tiba di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Rabu (16/01/19) pagi.

Kunjungan itu dalam rangka mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pengembangan kapasitas dan study tiru, pengelolaan program yang telah berhasil dilakukan oleh pemerintah Desa Ponggok.

Hadir dalam acara tersebut, Asisten II Pemkab Luwu Timur, H. Budiman, Kabag Pemerintahan, Senfry Oktavianus, Plt. Camat Malili, Nur Syaifullah, dan Kepala Desa Ponggok, Junaedhi Mulyono.

Dalam sambutannya, Asisten II Pemkab Luwu timur, H. Budiman mengatakan, Desa Ponggok dikenal sebagai kawasan wisata mandiri dan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni.

“Dengan study tiru ini, peserta dapat mengambil ilmu dan mengiplementasikan apa yang diliat dan dipelajari dari hasil selama diklat 7 hari kedepan. Harapan kita nantinya, terjadi perubahan mindset didalam pengelolaan desa, bagaimana membuat sebuah desa mandiri berbasis potensi yg ada di desa” tutur Budiman.

Tak lupa kami sampaikan terima kasih kasih kepada PT. Vale Indonesia yang telah memfasilitasi study tiru dan magang ini, serta kerjasama yang dibangun antara pemerintah Desa Ponggok dan PT. Vale, sehingga program pengembangan kapasitas ini berjalan dengan baik, tutup Budiman.

Kepala desa Ponggok, Junaedhi Mulyono juga menyampaikan, bahwa kunci dari pembangunan desa adalah konsolidasi bersama seluruh elemen masyarakat, BPD serta badan usaha milik desa (BumDes) .

“Sebuah desa harus mempunyai mimpi, agar dapat memberi semangat dalam pengelolaan desa itu sendiri, dengan melihat dan memetakan potensi yang ada di desa. Maka dari itu, pemerintah desa akan mudah mengelola potensi tersebut dan terintegritas dengan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMdes),” terang Junaedhi.

Untuk diketahui, sepekan para peserta akan dibekali dan dididik, bagaimana tata kelola pemerintahan desa serta bagaimana BumDes dapat bekerja sama dan bersinergi untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat serta kesejahteraan desa.

Liputan: Arif | Editor: Amk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *