Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Miris, Begini Kondisi Damkar Luwu Timur

759
×

Miris, Begini Kondisi Damkar Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Pemadam kebakaran (Damkar) Luwu Timur dinilai sangat memprihatinkan.

Sebagaimana pantau media ini, beberapa peralatan dan kostum petugas Damkar terlihat tidak layak pakai.

Seperti, helm, pakaian atau seragam yang digunakan memadamkan api serta sepatu boot.

Dimana kostum tersebut sudah mulai kusam dan bahkan ada beberapa yang sobek, demikian halnya sepatu boot.

Sementara helm serta beberapa peralatan pemadam juga terlihat sudah rusak dan minimnya peralatan penunjang lainnya.

Salah satu anggota Damkar ditemui di Barak yang enggan ditulis namanya di media ini menuturkan, kalau seragam tersebut sudah sangat lama, ungkapnya, Jumat (22/11/19).

“Seragam ini sudah lama pak. Informasi yang kami dapat sudah beberapa kali hal itu diusulkan ketingkat atas namun tidak pernah terealisasi sampai saat ini, sehingga kami gunakan apa adanya,” katanya.

Bahkan kata dia, ada satu kostum anti api diberikan teman yang bekerja di Vale, jadi inilah yang digunakan ketika terjadi kebakaran.

“Kami berharap pemerintah daerah segera mungkin menguncurkan anggaran untuk pembelanjaan kostum,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Asmar selaku pemerhati Luwu Timur menyayangkan sikap pemerintah daerah ditingkat atas yang terkesan cuek dengan persoalan ini.

Menurutnya, hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, karena kostum itu merupakan kebutuhan mendasar petugas Damkar untuk melindungi diri dalam memadamkan api.

“Bagaimana mereka bisa dituntut bekerja profesional sementara mereka hanya menggunakan peralatan seadanya,” tutur Asmar.

Selain itu kata Asmar, meskipun baru-baru ini Damkar menerima armada baru sebanyak dua unit, namun ada beberapa armada lainnya terlihat sudah berkarat dan mengalami kebocoran dibagian tangki.

“Kalau mau evisien, pemerintah daerah seharusnya melengkapi armada Damkar dengan estimasi, 4 unit di Posko induk, dua unit di kecamatan dan satu unit di kelurahan,” bebernya.

Kenapa itu dilakukan? Karena wilayah Luwu Timur terbilang sangat luas untuk mengkafer ketika ada bencana kebakaran.

Tidak hanya itu, saya melihat ada beberapa kendala sehingga Damkar tidak maksimal, dimana Bidang tersebut masih kecantol di Kantor Satpol PP Lutim.

Akibatnya, anggaran yang dikucurkan ke Kantor tersebut tentu akan terbagi di bidang lain seperti Satpol PP dan Linmas.

“Nah, ketika pemerintah daerah inginkan Damkar maksimal, seharusnya Damkar berdiri sendiri menjadi OPD ataukah menambah anggaran,” terangnya.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah seharusnya memerhatikan bidang ini karena Luwu Timur memiliki wilayah yang cukup luas, sehingga ketika terjadi musibah kebakaran petugas Damkar akan tepat waktu di lokasi, terang Asmar.

Ditambahkannya, sejak Damkar kecantol Kantor Satpol PP, saya belum pernah melihat kendaraan roda empat mereka untuk digunakan Patroli di malam hari seperti di daerah lain.

Liputan: Anjar | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *