INPUTRAKYAT_LUTIM,–Perusahaan tambang nikel terintegrasi dan berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale/INCO), hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara hybrid, yakni secara fisik di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, serta secara virtual melalui platform eASY.KSEI milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Pelaksanaan RUPST dilakukan sesuai ketentuan Peraturan OJK Nomor 15/POJK.04/2020 dan Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan RUPS secara Elektronik.
Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh enam mata acara yang diajukan. Persetujuan ini menegaskan disiplin keuangan Perseroan, komitmen terhadap pertumbuhan jangka panjang, serta tata kelola perusahaan yang kuat di tengah dinamika harga nikel global yang masih menantang.
Sepanjang tahun buku 2025, PT Vale menunjukkan ketahanan operasional yang solid dengan mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 32 persen menjadi AS$76 juta. Kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 4 persen menjadi AS$990 juta, EBITDA sebesar AS$228 juta, serta biaya produksi nikel matte yang tetap terjaga.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham, RUPST menyetujui pembagian dividen tunai sebesar AS$45,64 juta atau setara 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 12 Juni 2026 dan dijadwalkan dibayarkan pada 26 Juni 2026.
Sementara itu, sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha dan proyek-proyek strategis Perseroan.
Perubahan Susunan Dewan Komisaris
RUPST juga menerima pengunduran diri Emily Olson dari jabatan Wakil Presiden Komisaris serta Christopher McCleave dari jabatan Komisaris. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama masa pengabdian di PT Vale.
Sebagai penggantinya, para pemegang saham menyetujui pengangkatan:
– Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris;
– Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris; dan
– Adam MacMillan sebagai Komisaris.
Perubahan susunan pengurus ini mencerminkan komitmen PT Vale dalam memperkuat kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan industri mineral kritis yang semakin dinamis.
Susunan Direksi PT Vale
– Presiden Direktur dan CEO: Bernardus Irmanto
– Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer: Abu Ashar
– Direktur dan Chief Human Capital Officer: Heriyanto Agung Putra
– Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer: Budiawansyah
– Direktur dan Chief Financial Officer: Rizky Andhika Putra
– Direktur dan Chief Project Officer: Muhammad Asril
– Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer: Slamet Sugiharto
Susunan Dewan Komisaris PT Vale
– Presiden Komisaris: F.S. Multhazar
– Wakil Presiden Komisaris: Kristina Gauthier
– Komisaris: Patricia Renee Pegues
– Komisaris: Adam MacMillan
– Komisaris: M. Jasman Panjaitan
– Komisaris: Katherina Anggela Oendun
– Komisaris: Shiro Imai
– Komisaris Independen: Rudiantara
– Komisaris Independen: Retno Marsudi
– Komisaris Independen: Marita Alisjahbana
PT Vale menyatakan akan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait perubahan susunan Dewan Komisaris tersebut.
Selain itu, RUPST juga menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris, dengan terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Komite Tata Kelola, Nominasi, dan Remunerasi, untuk menetapkan honorarium dan kebijakan penghasilan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris serta gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi untuk tahun buku 2026.
Penunjukan Auditor Independen
RUPST turut menyetujui penunjukan Yusron Fauzan dan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (anggota PricewaterhouseCoopers) yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai auditor independen untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026 serta audit laporan keuangan lainnya apabila diperlukan.
Menutup RUPST, Presiden Direktur dan CEO PT Vale, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa di tengah tantangan industri global, Perseroan tetap mampu menjaga kinerja operasional yang solid, meningkatkan profitabilitas, serta melanjutkan transformasi menuju perusahaan tambang mineral kritis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global. Kami akan terus berfokus pada praktik pertambangan terbaik, hilirisasi yang bertanggung jawab, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bernardus.














