INPUTRAKYAT_LUTIM,–Proyek pembangunan free intake di Desa Kalosi, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, rusak parah.

Padahal, proyek yang menelan APBD sebesar Rp 548 juta itu di PHO sebulan lalu tepatnya pada bulan 12 tahun 2019.
Akibat rusaknya intake tersebut, sejumlah lahan warga terkikis diterjang arus sungai.
Salah satu warga terdampak, Arsal mengaku mengalami kerugian yang diakibatkan rusaknya bangunan intake tersebut.
“Bagaimana tidak rugi kalau lahan kami terkikis air sungai,” ungkapnya kepada InputRakyat.co.id, Minggu (09/02/2020).
Dengan adanya bangunan ini kata dia, kami berharap bisa menahan arus sungai, namun ternyata jebol.
Ia menyayangkan rusaknya bangunan intake yang menelan dana ratusan juta rupiah itu.
Apalagi menurut dia, intake tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Oleh sebab itu, kami meminta pemerintah daerah segera mungkin melakukan pembenahan, tambahnya.
Sebelumnya, proyek tersebut dikerjakan oleh CV. Wira Sarana dengan masa kontrak selama 90 hari kalender.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














