INPUTRAKYAT_LUTIM,–Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, telah berusia 17 tahun, dengan slogan Lutim terkemuka.
Untuk mencapai slogan itu, pemerintah Luwu Timur terus berupaya membangun disegala sektor.
Namun di usianya yang ke 17 tahun ini dengan upaya mencapai slogan tersebut, ternyata masih ada wilayah-wilayah yang luput dari perhatian pemerintah.
Seperti halnya yang terjadi di Dusun Lasulawai, Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda yang dihuni 90 Kepala Keluarga (KK).
Dimana warga yang berdomisili di Dusun ini, diketahui belum menikmati listrik PLN selama bertahun-tahun.
Sementara jarak dari Dusun Lasulawai ke ibu kota kabupaten tepatnya Malili, hanya berkisar satu jam dengan ditempuh menggunakan sepeda motor.
Informasi yang dihimpun, warga rupanya masih mengandalkan penerangan dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dibangun pada tahun 2009 lalu.
Tetapi kondisi pembangkit tersebut tidak selamanya normal, terkadang rusak, sehingga masyarakat setempat harus mengumpulkan sejumlah duit untuk membenahi kerusakan.
Mirisnya lagi, warga di Dusun ini ternyata tidak semua menikmati bangunan PLTMH, seperti di RT Wotu-wotu, dimana warga di wilayah itu masih diwarnai gelap gulita dan hanya mengandalkan alat penerang tradisional.
Pantauan media ini, tampak disepanjang jalur menuju Dusun Lasulawai yang jaraknya kurang lebih 9 kilo meter dari Dusun Kawata, ternyata sudah terdapat tiang listrik yang dilengkapi kabel.

Tetapi kondisinya sangat memperhatikan, dimana sebagian tiang listrik itu sudah mulai rebah dan bahkan ada yang jatuh ke jurang.
Selain itu, terdapat pula beberapa tiang listrik miring ke arah badan jalan, demikian halnya kabel listrik yang tampak satu persatu terputus.

Menurut warga setempat, Joko, bahwa tiang tersebut dipasang pada tahun 2017 lalu, dan terdapat pula mesin travo di wilayah Dusun Lasulawai.
“Sebenarnya jaringan listrik ini sudah lama berfungsi andaikan di jumper dari Dusun Kawata, tetapi saya tidak tahu kenapa ini dibiarkan sampai tiang listrik rebah sendiri,” ujar Joko, Senin (14/06/2020).
Kata dia, persoalan ini sudah bertahun-tahun terjadi namun belum ada solusi yang diberikan oleh pemerintah daerah.
Bahkan warga sudah menyampaikan keluhan ini ke pak Bupati di rumah jabatannya, dan saat itu beliau (Husler-red) berjanji akan menangani persoalan tersebut, tetapi sampai hari ini belum juga menuai titik terang, beber Joko.
Parahnya, tiang listrik yang dipasang menuju Dusun Lasulawai ini sudah ada beberapa yang rebah bahkan kabelnya sudah mulai putus.
“Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah daerah mengkomunikasikan persoalan ini ke PLN agar dusun kami bisa segera mungkin teraliri jaringan listrik,” imbuhnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














