INPUTRAKYAT_LUTIM,— Upaya meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan UPT SDN 177 Cendana Hitam melalui kegiatan In House Training (IHT) sebagai tindak lanjut bagi sekolah penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan Kinerja (BOSKIN) Tahun 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026) tersebut secara khusus membahas Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Kegiatan ini diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan UPT SDN 177 Cendana Hitam dengan menghadirkan H. Mugiyono, S.Pd., M.M., sebagai fasilitator.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Mugiyono menjelaskan bahwa SPMI merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah melalui pemetaan dan analisis data berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Menurutnya, penerapan SPMI bertujuan mengidentifikasi kekurangan yang masih ditemukan di sekolah, kemudian menyusun langkah perbaikan berdasarkan data dan indikator yang tersedia.
“Intinya, bagaimana kita meningkatkan mutu sekolah dari semua sisi berdasarkan delapan standar pendidikan.

Kita melihat data pokok yang berkaitan dengan rapor pendidikan sekolah. Jika masih ada indikator yang merah, kita perbaiki agar bisa meningkat menjadi kuning, hingga akhirnya hijau sebagai gambaran kondisi yang lebih baik,” jelas Mugiyono.
Ia menerangkan, upaya peningkatan mutu tersebut mencakup berbagai aspek, di antaranya standar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar pengelolaan. Seluruh data yang berkaitan dengan pemenuhan standar tersebut dihimpun untuk menjadi dasar dalam pelaksanaan SPMI.
Dalam prosesnya, rapor pendidikan dianalisis untuk menemukan indikator yang masih membutuhkan perhatian.
Jika ditemukan indikator dengan capaian rendah, sekolah perlu memprioritaskan perbaikan pada aspek tersebut.
Apabila tidak ditemukan indikator berkategori rendah, evaluasi dapat diarahkan pada indikator yang masih berada pada kategori sedang.
Selain analisis rapor pendidikan, penilaian melalui observasi juga menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan langkah peningkatan mutu sekolah.
Mugiyono menambahkan, setelah memahami hasil analisis dan pemetaan, sekolah perlu menerapkan SPMI melalui lima siklus, yakni pemetaan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengendalian.
Kelima siklus tersebut menjadi tahapan penting agar upaya peningkatan mutu tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi berlanjut pada pelaksanaan program perbaikan dan evaluasi secara berkelanjutan.
Sebelumnya, rangkaian IHT di UPT SDN 177 Cendana Hitam juga membahas materi digitalisasi pembelajaran dan literasi numerasi (Litnum) pada 3 Oktober 2026. Ketiga materi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Mugiyono berharap, UPT SDN 177 Cendana Hitam di bawah kepemimpinan Riswan dapat terus meningkatkan mutu pendidikan melalui pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan serta membangun budaya mutu di lingkungan sekolah.
“Harapannya, mudah-mudahan SDN 177 Cendana Hitam di bawah pimpinan Riswan selalu meningkatkan mutu berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan melalui berbagai kegiatan yang berbudaya mutu,” tutupnya.
Melalui kegiatan IHT ini, diharapkan para guru dan tenaga kependidikan semakin memahami pentingnya evaluasi berbasis data serta mampu menerapkan langkah-langkah perbaikan secara konsisten demi mewujudkan pembelajaran yang berkualitas. (Solihin).














