INPUTRAKYAT__JENEPONTO– Insiden kericuhan dalam aksi penolakan RUU cipta kerja di depan Kantor DPRD Jeneponto kemarin. Ketua HMI Kabupaten Jeneponto, Amrullah angkat bicara.
Amrullah menyampaikan insiden kericuhan tersebut di picuh karena salah satu oknum aparat kepolisian melakukan tindak kekerasan terhadap kami.
“Oknum polisi tersebut memukul kami saat dihalau untuk memadamkan kobaran api ban yang dibakar di depan pintu pagar DPRD Jeneponto.”kata Amrullah kepada Inputrakyat , Sabtu 10 Oktober 2020

Kami yang tak terima dipukul, lanjutnya juga melakukan perlawanan. Sehingga terlibat saling dorong.
Amrulla sangat menyanyangkan atas sikap oknum aparat tersebut yang mencoba memprovokasi gerakan kami saat melakukan aksi penolakan RUU cipta kerja yang tidak pro terhadap rakyat.
“Kami rela-rela berpanas-panasan,melakukan aksi atas nama rakyat di depan gedung DPRD Jeneponto tidak berniat untuk merusak karena kami bukan preman. Saya bersama rekan rekan yang lain berada disitu untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Namun sikap oknum tersebut tidak mencerminkan contoh yang baik sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,”jelasnya – (Ard)
Editor: Risa














