INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan karyawan yang berdomisili di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, terpaksa harus mengurungkan niat berangkat ke tempat kerja.
Seperti yang ditemui di Halte Bangker, Malili, Kamis (11/02/2021) malam. Para karyawan memilih pulang lantaran tidak memiliki tumpangan ke lokasi kerja.
“Kami sudah berjam-jam menunggu tumpangan pak, tapi tak satu pun armada PT Vale yang mau ditumpangi,” ungkap salah seorang karyawan yang enggan ditulis namanya.
Alasan PT Vale kata dia, karena kami bukan karyawan Vale, melainkan karyawan sub kontraktor PT Vale.
Lanjutnya, selama ini kami hanya menumpang di kendaraan PT Vale setiap ke tempat kerja tepatnya di Sorowako area pertambangan PT Vale, dengan jarak tempuh 1 jam.
“Sekarang kami sudah tidak bisa lagi menumpang, mereka sudah memasang pemberitahuan di mobil, bahwa kendaraan tersebut khusus karyawan Vale,” terangnya.
Menurutnya, penerapan yang dilakukan PT Vale sangat lah lucu dan bahkan karyawan di wilayah Malili terkesan dianaktirikan bahkan tidak dianggap masuk dalam wilayah pemberdayaan.
Dimana hanya tiga kecamatan yang difasilitasi armada angkutan karyawan yakni, Nuha, Towuti dan Wasuponda. Sementara Malili, sudah berpuluh tahun tidak pernah disiapkan armada, jelasnya.
“Hal ini tidak bisa lagi didiamkan, kami karyawan sub kontraktor PT Vale sepertinya sudah dipandang sebelah mata. Olehnya itu, dalam waktu dekat kami akan menggelar unjuk rasa,” tandasnya.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














