INPUTRAKYAT_LUTIM,–Puluhan warga Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, menggelar unjuk rasa di pertigaan Towuti-Nuha tepatnya di wilayah Enggano, Selasa (30/03/2021) pagi.
Saat unjuk rasa berlangsung, Burhan selaku kordinator aksi meminta ke para demonstran untuk menahan seluruh kendaraan perusahaan yang melintas sampai tuntutan sikap diterima.
Tindakan cegah kendaraan itu terlihat mematik reaksi pihak keamanan untuk tidak dilakukan sehingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan para demonstran.
Tak sampai disitu, Burhan dalam orasinya juga meminta ke PT. Wijaya Karya (WIKA) untuk mengindahkan kedua pernyataan sikap pengunjuk rasa.
“PT. WIKA harus transparansi dan menerapkan perlakuan yang sama dalam proses penerimaan tenaga kerja,” tegasnya.
Terakhir, PT. WIKA diminta tidak mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah yang non skil serta tetap memberdayakan tenaga lokal.
Ditemui usai aksi, Burhan berharap setiap adanya perekrutan tenaga kerja pemerintah daerah seharusnya hadir sebelum warga turun jalan.
“Jangan setiap penerimaan tenaga kerja kami harus turun ke jalan untuk gontok-gontokan dengan perusahaan,” terangnya.
Karena menurutnya, kami ingin bekerja. Dan saya sayangkan Pemda tidak sigap ketika ada penerimaan tenaga kerja di wilayah pemberdayaan.
“Pemda harus peka dengan keluhan masyarakat mengenai lapangan kerja, bukan malah diam dan nanti hadir ketika warga sudah turun jalan,” tutup Burhan.
Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. WIKA mengenai aksi unjuk rasa tersebut.
Untuk diketahui, PT. WIKA selaku vendor PT. Vale akan mengerjakan kontruksi kanal Dam Larona dengan kontrak selama dua tahun serta menyerap tenaga kerja ratusan orang.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.















