INPUTRAKYAT_LUTIM,–Bangunan BCC Kota Malili kembali menuai sorotan. Pasalnya, salah satu item pekerjaan yang tertera dalam gambar berupa kolam pasang surut dikabarkan diubah menjadi anjungan.
Menurut Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Jasa dan Perkotaan, Ikhwan mengatakan, itu tidak jadi masalah. Ada berita acara perubahannya itu, semua terkonversi dengan baik, tepisnya saat dihubungi via pesan WhatsAppnya, Minggu (11/07/2021).
Selain itu kata dia, perubahan ini pula merupakan usulan pihak PT. Vale dengan alasan bahwa kolam pasang surut tersebut tidak savety dibandingkan anjungan.
Saat ditanya nilai anggaran item tersebut, Iwan kembali mengatakan kalau dirinya harus melihat data dulu.
“Saya harus lihat dulu datanya, atau kau tanyakan sama Wherlin selaku konsultan pengawas BCC, semua data ada sama dia,” ujarnya.
Lanjut Iwan, bangunan BCC ini semua melalui tahapan, tidak ada ji’ masalah, intinya kontraktor pelaksana kurang melakukan pemadatan sehingga lantai bangunan turun.
“Namun kontraktornya sudah siap ji’ perbaiki kerusakannya bos ku, aman,” kuncinya.
Untuk diketahui, bangunan BCC Malili ini menelan anggaran sebesar Rp 2,2 Miliar dari program PKPM atau CSR PT. Vale Indonesia.
Tiga bulan lalu bangunan tersebut diresmikan Bupati Lutim, Budiman Hakim.
Saat ini kondisi bangunan BCC sangat memprihatinkan, lantai bangunan mulai retak dan beberapa paving block terangkat.
Dengan kondisi seperti itu, pengelola BCC langsung menutup aktivitas guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














