Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Soal Surat Bupati Lutim ke PT Vale Dinilai Asbun dan Blunder, Tom: Kalimat yang Tidak Intelek

540
×

Soal Surat Bupati Lutim ke PT Vale Dinilai Asbun dan Blunder, Tom: Kalimat yang Tidak Intelek

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Soal 11 poin tuntutan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim ke PT. Vale Indonesia menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Menurut Ryan Latif selaku Wapres DPP Lira menegaskan, bahwa surat tuntutan Bupati Luwu Timur ke PT. Vale dinilai tanpa kajian khusus.

“Saya ingatkan Bupati agar tidak asal bunyi (Asbun) dan langkah yang dilakukan itu dapat mengakibatkan blunder,” tandas Ryan Latif kepada media ini kemarin.

Menyikapi pernyataan tersebut, Sekretaris Umum KAHMI Lutim dan Majelis Pemuda KNPI Sulsel, Wahyuddin Al Kadry mengatakan, sebagai Warga Luwu Timur, saya sangat mengapresiasi Sikap Bupati Luwu Timur sebagaimana tertuang dalam surat yang di tujukan kepada PT. Vale. Dan Saya yakin Pak Bupati sangat paham terhadap posisi PT. Vale sebagai pemegang kontrak Karya dari Pemerintah pusat, ungkapnya, Senin (12/07/2021).

Lanjutnya, Pak Budiman sebagai Kepala Daerah berani mengajukan tuntutan secara resmi kepada Vale, yang menuntut hak-hak rakyat Luwu Timur yang dipimpinnya. Dan ini tidak pernah dilakukan oleh Bupati sebelumnya. Saya yakin bahwa sebelum Bupati melayangkan surat yang dimaksud pasti telah dilakukan kajian dengan Dinas dan para pakar yang dianggap kompoten dalam bidang itu.

“Terkait pernyataan Riyan Latif bahwa beberapa poin di surat tersebut yang dianggap blunder, seperti belum adanya Perbup tentang TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) yang belum ada, tentu perlu diketahui bahwa Pak Budiman baru beberapa bulan menjabat Wakil Bupati dan Bupati. Maka tentu butuh waktu untuk merampungkan beberapa hal dari kepemimpinan sebelumnya. Termasuk perbup yang dimaksud,” ujar Tom sapaan akrab Wahyuddin Al Kadry.

Apalagi diawal pemerintahan tentu Bupati yang baru ini pasti memprioritaskan konsolidasi internal, sambil memetakan masalah yang sangat prinsip termasuk masalah PT. Vale yang dianggap abai dalam beberapa kewajiban sosial dan lingkungan kepada Masyarakat Lutim, sambungnya lagi.

Masih dikatakannya, sementara terkait permohonan untuk menempatkan Putra Daerah di jajaran Komisaris dan Direksi. Saya kira itu hal yang sangat patut diberi dukungan. Karena hal ini sudah menjadi keluhan kita sejak awal reformasi hingga hari ini. Paling tidak kèberàdaan Putra Daerah di posisi Direksi dan Komisaris tentu akan menjadi corong kita dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat Lutim terhadap Vale. Dan jika hari ini di BUMD masih terdapat yang bukan putra daerah dijajaran Direksi, maka harus diakui bahwa keberadaannya masih produk dari kepimpinan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya. Dan saya sangat yakin kondisi tersebut akan dilakukan pembenahan secara menyeluruh.

Sementara menyangkut permintaan divestasi saham. Bagi Saya ini langkah yang sangat brilian. Karena jika ini berhasil maka Pemkab Luwu Timur akan menerima bagi hasil dari laba yang diraih Vale dalam jumlah yang cukup besar diluar kewajiban Vale lainnya. Dan tentu hasil tersebut semakin dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat, terangnya.

Terkait Pertanyaan Apakah Pemkab punya orang-orang perseroan yang faham pengelolan divestasi saham? Maka saya mau bilang bahwa sepertinya Ryan Latif tidak mengenal betul sèberapa banyak putra daerah Lutim yang mèmiliki sumber daya manusia dalam hal tersebut yang punya kapasitas memadai yang sangat bisa diandalkan mewakili Pemkab (Masyarakat Lutim) di Vale. Bahkan beberapa diantaranya telah menawarkan diri untuk menjadi konsultan Pemkab tanpa meminta gaji atau honor.

Terkait pertanyaan Ryan Latif tentang apakah Pemkab sudah punya dana untuk devestasi saham? tentu jawabannya pasti belum ada. Tapi yang perlu disadari oleh Ryan bahwa yang dilakukan Pemkab saat ini ihktiar atau perjuangan menuju pencapaian cita itu. Dan untuk mewujudkan pasti butuh waktu untuk negosiasi dan tèntu jika kran itu dibuka pasti Pemkab akan berbenah untuk menyiapkan segala hal yang dibutuhkan.

“Mestinya Ryan kalau merasa diri sebagai putra Daerah yang baik dan peduli kepada Daerahnya kenapa tidak menyampaikan langsung gagasannya ke Pemkab. Apakah dengan surat atau bertemu, bukan dengan mengumbar pernyataan yang cenderung menyudutkan dengan kalimat-kalimat yang tidak intelek,” tutupnya.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *