Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

YKCLI Sebut PT Vale Diduga Cemari Perairan Luwu Timur

590
×

YKCLI Sebut PT Vale Diduga Cemari Perairan Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Perusahaan tambang PT. Vale Indonesia diduga melakukan pencemaran di perairan Luwu Timur, Sulsel.

Demikian diungkapkan Ketua Yayasan Konservasi Cinta Laut Indonesia (YKCLI), Muh. Resa kepada media ini, Kamis (29/07/2021).

“Kami sudah kurang lebih 3 bulan explore dan melakukan observasi di lokasi perairan Luwu Timur terkait penyebab utama dari keresahan masyarakat pesisir karena di lokasi perairannya sudah sangat sulit mencari ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” ujarnya.

Kesimpulan sementara keluhan nelayan tersebut diduga kuat bersumber dari aktivitas laut PT. Vale yang sengaja merusak ekosistem sungai maupun laut tanpa memikirkan nasib masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil melaut, sambungnya lagi.

Menurutnya, dari explore kami, lokasi yang tercemar mulai dari perairan Pelabuhan PT. Vale yang terletak di Desa Balantang sampai ke radius kurang lebih 8 KM terluar pulau Bulu Poloe.

Pencemaran itu disebabkan oleh sisa-sisa tumpahan minyak, sulfur atau belerang dan lain-lain milik PT. Vale, jelasnya.

Akibatnya kata dia, di wilayah itu sulit lagi kita temukan ikan dan bahkan terumbu karang di Laut sudah rusak.

“Mana biota laut kita bisa bertahan hidup diperairan dengan kondisi seperti itu. Makanya nelayan kita khususnya di Luwu Timur mencari ikan ditempat yang jauh,” beber Resa.

Selain itu ada pula yang lebih fatal dilakukan PT. Vale, “tapi tidak usah saya sebut di media, dan saya pun punya data itu,” katanya.

Tetapi yang terpenting adalah saat ini ekosistem laut kita sudah rusak parah dan saya bisa pertanggung jawabkan hal itu melalui data.

Intinya apa yang menjadi aktivitas vale ini membahayakan masyarakat dunia ditengah-tengah persoalan isu ocean acidification yang sampai hari ini sulit sekali dipecahkan oleh para ilmuan di seluruh dunia. tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan resmi dari pihak PT. Vale Indonesia mengenai persoalan tersebut.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *