INPUTRAKYAT_LUTIM,–Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Luwu Timur mendesak Polres Luwu Timur mentuntaskan laporan kasus dugaan penganiayaan anak.
“Kami berharap Polisi mengusut tuntas dugaan penganiayaan dua anak sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Tomoni Timur,” ungkap Ketua Pospera Lutim, Erwin R Sandi, Kamis (06/01/2022).
Menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan dan ini sangat prihatin, apalagi yang melakukan dugaan penganiayaan tersebut yakni Camat Tomoni Timur.
“Masa hanya anak-anak main petasan langsung di tampar, ya’ seharusnya ditegur baik-baik dong, ya’ namanya juga anak-anak, bukan malah di gampar,” tandas Erwin lagi.
Olehnya itu, kami berharap Kepolisian menuntaskan kasus ini. Kepercayaan publik juga akan terbangun pada Polri sesuai yang diharapkan, tutupnya.
Sebelumnya, Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester melalui Kasi Humas Polres Luwu Timur, IPDA Dani Ardin membenarkan kasus tersebut.
“Iye, ada laporan masuk terkait kasus penganiayaan dua anak di Kecamatan Tomoni Timur. Kedua korban berumur 17 tahun dan 9 tahun. Sementara terduga pelaku berinisial SAS (39), pekerjaan Camat Tomoni Timur,” kata Dani, kemarin.
Adapun kronologisnya lanjut Dani, pada Senin (03/01/2022) sekira Pukul 20.00 WITA kedua korban bermain petasan di Taman Lapangan Tomoni Timur, tiba-tiba pelaku datang dengan mengemudikan mobil dan berhenti didepan taman lalu turun dan berjalan kaki menuju taman tempat korban membakar petasan.
“Dari tempat itu, korban pulang sembari menangis dan mengadu ke orang tuanya kalau ia ditampar oleh pak camat menggunakan tangan sebanyak satu kali tepat dipipi kanan,” ujar Dani. Tak hanya dirinya, kakak sepupu korban ikut pula dipukul yang berusia 17 tahun, sambungnya lagi.
Atas kejadian itu kata Dani, orang tua korban melaporkan kejadian tersebut dengan bukti laporan Lp.B/02/I/2022/SPKT, tanggal 05 Januari 2022, pelapor saudari, Prikka Manti.
Saat korban bersama orangtuanya mendatangi Mapolres, mereka juga didampingi pihak pedsos (dinas kementrian sosial). Dan sampai saat ini laporan tersebut masih dalam penyelidikan serta masih dalam tahap pengumpulan alat bukti. “Undangan sudah diberikan ke terlapor dan jadwal pemeriksaan Jumat besok,” tutupnya.
Sementara itu, terduga pelaku Camat Tomoni Timur, inisial SAS saat dikonfirmasi mengatakan, kasus itu bermula saat kedua anak tersebut bermain petasan di taman di waktu sholat. Selain itu, saya juga merasa terganggu karena saya lagi sakit gigi.
Pada saat saya datangi untuk menegur, petasan mereka kembali meledak tepat di kaki saya, saya pun spontan memukul korban yang berusia 17 tahun satu kali, sementara yang usia 9 tahun saya tidak tampar hanya saya jewer.
Tak sampai disitu, saya bersama istri sudah mendatangi orang tua korban guna meminta maaf, tambahnya lagi.
Liputan: Amk | Editor: Redaksi.














