Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

DPRD Morut Gelar Rapat Paripurna Laporan Hasil Peninjauan Lapangan APBD 2023

1049
×

DPRD Morut Gelar Rapat Paripurna Laporan Hasil Peninjauan Lapangan APBD 2023

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara menggelar Rapat Paripurna terkait dengan hasil laporan hasil peninjauan lapangan APBD Tahun 2023, Selasa (31/10/2023).

Meski rapat digelar di lobi ruangan kerja para anggota dewan lantaran gedung ruang rapat paripurna direhab, namun kegiatan tersebut berlangsung dengan hikmad, yang dipimpin langsung Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala.

Dalam rapat paripurna tersebut, Ketua DPRD Morut, Hj. Warda Dg Mamala mengatakan, sesuai dengan hasil rapat Badan Musyawarah (Bamus) agenda kita hari ini yaitu laporan hasil peninjauan lapangan APBD 2023 oleh Tim DPRD Morut di Kecamatan se Morut, maka diminta menyampaikan laporannya.

Mengawali penyampain laporan, Anggota dewan, Syahruddin Mustafa politisi PDIP mengatakan, paninjauan lapangan pelaksanaan kegiatan tahun 2023 baik dana DAU, DAK serta dana PEN di Kecamatan Petasia, Petasia Baeat dan Petasia Timur, dimana beberapa item kegiatan pembangunan sementara dalam proses pelaksanaan.

Seperti, pekerjaan rehab Kantor DPRD lama lantai dua dengan pagu anggaran Rp. 1,8 Miliar, rehap kantor bupati Rp 6 Miliar, pembangunan jalan lingkar pantai – Yos Sudarso dengan anggaran Rp 1,4 Miliar yang terlihat dilokasi tidak ada aktifitas kerja karena belum ada pembebasan lahan antara pemerintah dan pemilik lahan.

Sementara pembuatan tanggul Ungkea 300 meter dengan pagu anggaran Rp 200 juta terpantau dilapangan papan proyek tidak ada dan pekerjaan diperkirakan tidak mencapai volume.

Olehnya itu kata dia, selama ini banyak pembangunan fisik yang kualitas pekerjaannya tidak baik maka diharapkan Bupati Morut mengevaluasi kinerja OPD yang menangani bangunan fisik.

Sementara itu, anggota dewan Helen dari partai Gerindra membeberkan, bahwa tim dua melakukan peninjauan di wilayah Kecamatan Bungku Utara, Mamosalato, dan Soyo Jaya, ujarnya.

Dalam peninjauan itu kata Helen, ditemukan paket pekerjaan konstruksi belum dikerjakan yakni pembangunan tanggul penahan banjir sungai Damar Desa Girimulya dan paket pekerjaan lainnya ketiga wilayah itu agar diselesaikan sebelum masa pelaksanaan pekerjaan.

Untuk itu, diharapkan bupati Morut untuk mengevaluasi kinerja OPD yang menangani pembangunan fisik, dikarenakan selama ini banyak pembangunan fisik yang kualitas pekerjaannya tidak baik.

Senada dari itu, Indrawati Balirante, politisi Perindo mengungkapkan hasil peninjauannya bersama tim di Kecamatan Mori Atas, Mori Utara, Lembo dan Lembo Raya ditemukan pembangunan brocaptering dan jaringan perpipaan air bersih Desa Mayimba, Kecamatan Mori Utara senilai Rp 2 Miliar yang pemasangannya tidak terlalu dalam sehingga rawan terbakar jika ada kebakaran hutan.

Untuk pekerjaan lainnya tambah Indrawati, rata-rata pekerjaan tepah rampung diantaranya rabat beton jalan kuburan Kasingoli dan pembangunan embung pertanian di dusun 1, Penanto, desa Kasingol serta pengadaan alat pertanian kelompok Karya Mandiri Deda Lee berupa tangki elektrik dan pembangunanvPastori Jemaat GKST Petra Desa Lee.

Turut mendampingi Ketua DPRD Morut memimpin rapat paripurna, Wakil Ketua II DPRD Morut, Muhamad Safri dan Sekda Pemda Morut, Musda Guntur.

Hadir pula para anggota DPRD Morut dan sepuruh kepala OPD lingkup Pemda Morowali Utara.

Liputan: Amk | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *