Example 728x250
Example 728x250
Input Sulteng

Anak Suku Mori Molongkuni Gelar Seminar, Pemda Morut Beri Dukungan

1080
×

Anak Suku Mori Molongkuni Gelar Seminar, Pemda Morut Beri Dukungan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MORUT,–Pemerintah daerah Kabupaten Morowali Utara sangat mendukung keberadaan lembaga-lembaga adat baik itu tingkat kabupaten maupun lembaga-lembaga adat yang ada di provinsi.

Demikian diungkapkan Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi melalui Staf ahli Pemda Morut, Delnan Lauende di acara seminar adat Mori anak suku Mori Molongkuni, Rabu (6/12/2023) di Aula Kantor Desa Tingkeao, Kecamatan Lembo.

Lanjutnya, saya berharap hasil pertemuan seminar hari ini akan menyalurkan keputusan-keputusan yang bisa memberdayakan seluruh masyarakat yang ada di wilayah suku kita masing-masing.

“Kami juga berharap dengan suku-suku yang banyak ini bukan menjadi sebuah persaingan yang negatif tetapi suku-suku yang banyak ini menjadi sebuah kekuatan yang ada di Kabupaten Morowali Utara,” imbuhnya.

Menurutnya, kemungkinan anak suku Molongkuni merupakan anak suku terbesar di Witamori, dan pemerintah daerah sangat berharap melalui seminar ini, lembaga adat ini akan tampil menjadi percontohan dari suku-suku yang ada di witamori untuk menyalurkan sebuah gagasan-gagasan yang kira-kira nanti bisa membawa icon Morowali Utara kedepan.

Ia mencontohkan, saat ini witamori di Kabupaten Morowali Utara belum memiliki misalnya yang dimiliki oleh daerah lain dari segi fashion yang lebih tenar yaitu busana karena sekarang ini betul-betul dicap menjadi kreativitas anak suku itu sendiri.

“Paling tidak kita bisa bekerja sama dengan salah satu pabrik di luar sana yang bisa mendorong agar kita bisa menggunakan corak-corak budaya sendiri seperti itu, begitu juga dengan tas-tas etnik,” ujarnya.

“Saya ingin sampaikan di luar sana yang mana etnis itu menjadi sebuah fokus orang-orang untuk melihat harapan pemerintah daerah atau mimpi pemerintah daerah kedepan,” sambungnya lagi.

Bahkan juga kata dia, witamori melalui anak suku Molongkuni ini bisa menciptakan sebuah produk yang membawa nama Morowali Utara dikenal bukan hanya di nasional melainkan sampai di dunia internasional yang tentu saja melalui bimbingan kepala desa dan lembaga adat untuk menciptakan produk-produk yang bisa dijual atas nama Wita Mori.

“Semoga ini menjadi perhatian bersama terkhusus anak-anak suku yang di Morowali Utara, kalau tidak salah kurang lebih 40 anak suku, untuk bersama-sama menyamakan presepsi menjadi kekuatan yang kuat untuk membawa nama baik daerah ini menjadi daerah yang bisa diperhitungkan,” terangnya.

Sebagai bukti keseriusan dan dukungan Pemda Morut yakni Mars wita mori, dimana telah masuk dalam peraturan daerah untuk ditetapkan menjadi sebuah lagu yang harus dinyanyikan ketika memulai acara di Kabupaten Morowali Utara.

“Pengaruh lembaga adat melalui tingkat kabupaten di desa ini sangat luar biasa, mari kita hargai itu dan kita dorong semangat tersebut sehingga dapat menciptakan hal-hal yang sehat, cerdas dan sejahtera,” pungkasnya.

Liputan: Mona | Editor: Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *