INPUTRAKYAT_LUTIM,–Untuk menimbah ilmu di bangku sekolah harus ditunjang kelayakan sarana dan prasarana yang lebih baik.
Lain halnya dialami salah satu sekolah dasar (SD) di desa Bone Pute, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel.
Sekolah bernamakan SD Batu Sambo yang merupakan kelas jauh SDN 109 Majaleje itu terlihat sangat mengiris hati. Pasalnya, seharusnya 6 kelas harus dirampingkan menjadi 2 kelas atau ruang belajar (Rombel), karena ketidak tersedianya anggaran oleh pihak sekolah.

Tak hanya itu sekolah berjarak tempuh kurang lebih 10 KM dari Jalan Poros Burau-Malili tersebut dihuni pelajar kurang lebih 24 orang.
Sementara kondisi bangunan sekolah hanya berdinding papan beralaskan tanah, beratap rumbiah dengan peralatan mengajar seadanya, hal ini diceritakan Irwansyah Jamil kepada InputRakyat.co.id, Rabu (17/01/18).
Tak hanya itu kata Irwansyah, saat kami bertandang ke tempat itu guna memberikan bantuan kami melihat para pelajar hanya menggunakan sandal dan tidak memiliki seragam sekolah yang lengkap.
“Informasi yang dapat bahwasanya lokasi sekolah tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung,” ucap Irwansyah yang juga pemerhati pendidikan di Luwu Timur.
Oleh sebab itu, kami berharap pemerintah Luwu Timur mendorong hal ini, agar lokasi tersebut dibebaskan dari kawasan.”Saya yakin hal itu tak sulit, dikarenakan saat ini lokasi itu telah dihuni bertahun-tahun puluhan masyarakat,” terangnya.
Terpisah, La Besse selaku Kadis Pendidikan Lutim mengatakan, bahwa kami tidak bisa berbuat banyak terkait sekolah itu karena masuk dalam kawasan hutan lindung, singkatnya.

Liputan: Harding | Editor: Zhakral.














