INPUTRAKYAT_LUTIM,–Wakil bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakornas) hutan adat selama dua hari tertanggal 23-24 Januari 2018, di Hotel Ciputra, Jakarta.
Kegiatan yang dilaksanakan Menteri Lingkungan Hidup dan Hutan (KLHK) RI tersebut dalam rangka membahas percepatan penetapan kawasan hutan adat di seluruh Indonesia.
Sementara diketahui target realistis KLHK akhir tahun 2019, sebesar 4,38 juta hektar dari total 12,7 juta hektar seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi melalui pemanfaatan hutan. Program perhutanan sosial ini menjadi pegangan bagi masyarakat adat untuk mengelola hutan negara seluas 12,7 juta hektar secara legal.
Dampaknya, kesenjangan sosial akan bisa teratasi jika masyarakat diberikan akses kelola terhadap hutan.
Selain untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pengakuan hutan adat oleh pemerintah juga bertujuan untuk menjalankan upaya konservasi perlindungan hutan, hal ini diungkapkan Wabup Lutim, Irwan Bachri Syam kepada InputRakyat.co.id, Selasa (23/01/18).
Lanjutnya, dalam Rakornas ini digelar untuk memperdalam analisis dan kondisi dari masing-masing hutan adat, selain untuk membahas percepatan penetapan, terangnya.
Menurut Irwan, dari data yang ada, KLHK ternyata masih menerima usulan hutan adat.
“Insya Allah hal ini tentunya kita akan dorong hutan adat di Luwu Timur untuk medapatkan pengakuan dari pemerintah pusat,” tutupnya.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut selain dihadiri Wabup Lutim juga diikuti, Kadis Lingkungan Hidup dan Kabag Pemerintahan.
Liputan: Harding | Editor: Zhakral.














