Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Dari 1 Kg ke 4 Kg: Petani Malili Bangkit Berkat Dukungan PT CLM

212
×

Dari 1 Kg ke 4 Kg: Petani Malili Bangkit Berkat Dukungan PT CLM

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,–Upaya mewujudkan swasembada pangan di Luwu Timur kini mulai terasa dampaknya. Di Kecamatan Malili, para petani jagung perlahan bangkit berkat dukungan penuh dari PT Citra Lampia Mandiri (CLM) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Rudi, salah satu petani penerima program, merasakan langsung perubahan tersebut. Dulu, ia hanya mampu menanam sekitar 1 kilogram bibit jagung karena keterbatasan biaya. Kini, jumlah itu meningkat hingga 4 kilogram.

“Dulu terkendala biaya besar, terutama pupuk. Sekarang Alhamdulillah semua ditanggung,” ungkapnya dengan wajah lega.

Tak sekadar bantuan biasa, PT CLM hadir dengan dukungan menyeluruh. Mulai dari bibit unggul jenis Bisi 18, pupuk kandang, Urea non-subsidi, NPK, hingga obat-obatan pertanian seperti herbisida, insektisida, dan fungisida. Bahkan, mesin pemipil jagung juga disiapkan untuk mempermudah proses pasca panen.

Manager Eksternal PT CLM, Fauzi, menegaskan bahwa program ini dirancang dari hulu ke hilir.

“Semua tahapan kami fasilitasi, dari pembukaan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen dan pasca panen,” jelasnya saat meninjau lokasi bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Darlan.

Dalam skema ini, petani cukup menyiapkan lahan dan tenaga. Selebihnya, seluruh kebutuhan ditanggung perusahaan. Bahkan, petani juga mendapatkan insentif Rp500 ribu per hektare sebagai upah kerja hingga masa pasca panen.

Program ini kini telah menjangkau 20 hektare lahan di lima desa, Harapan, Pasi-Pasi, Laskap, Pongkeru, dan Puncak Indah. Meski target awal 4 hektare per desa, realisasi tanam saat ini telah mencapai 8 hektare dan terus bertambah.

Tak berhenti pada produksi, PT CLM juga mulai membuka jalur pemasaran. Salah satunya dengan menjajaki kerja sama dengan Malindo di Makassar, serta peluang pasar lainnya.

Melalui program ini, PT CLM tak hanya membantu petani meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menanam harapan baru—menuju kesejahteraan dan ketahanan pangan yang lebih kuat di Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *