Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Di Tengah Tekanan dan Hujan Kritik, Bupati Irwan Tetap Melangkah untuk Luwu Timur

563
×

Di Tengah Tekanan dan Hujan Kritik, Bupati Irwan Tetap Melangkah untuk Luwu Timur

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,— Menjadi pemimpin daerah ternyata tidak selalu berjalan mudah. Hal itulah yang kini dirasakan Irwan Bachri Syam sejak dipercaya memimpin Kabupaten Luwu Timur. Baru sekitar setahun menjabat sebagai Bupati di Bumi Batara Guru, Irwan harus menghadapi sorotan, kritik hingga tekanan politik yang datang silih berganti.

Di tengah derasnya opini dan berbagai isu yang berkembang, Irwan memilih tetap berdiri dan melanjutkan pekerjaannya untuk masyarakat. Ia tidak banyak membalas kritik dengan kemarahan atau polemik terbuka. Sebaliknya, dirinya lebih sering terlihat turun menemui warga, menghadiri agenda pemerintahan, hingga memperjuangkan berbagai program yang dijanjikan kepada masyarakat.

Bagi sebagian warga, kondisi yang dihadapi Irwan saat ini menggambarkan betapa beratnya menjadi seorang pemimpin. Hampir setiap langkah yang diambil selalu menuai perdebatan. Bahkan tidak sedikit kebijakan yang sebenarnya ditujukan untuk kepentingan rakyat justru tenggelam di tengah panasnya dinamika politik dan perang opini di media sosial.

Padahal sejak awal kepemimpinannya, Irwan datang membawa harapan baru melalui sejumlah program yang disebut berpihak kepada masyarakat kecil. Salah satu yang paling dikenal ialah program “Tiga Kartu Sakti”, yang digagas sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pelayanan, kesejahteraan hingga dukungan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Namun perjalanan mewujudkan program-program itu tidaklah mudah. Di saat pemerintah daerah mulai bergerak menata birokrasi dan menjalankan agenda pembangunan, kritik justru terus berdatangan dari berbagai arah. Tidak sedikit isu yang berkembang lebih cepat dibanding informasi mengenai kerja-kerja pemerintah yang sedang berjalan.

“Kadang masyarakat hanya melihat hal-hal yang viral di media sosial, padahal ada juga kerja nyata yang sedang dilakukan untuk rakyat,” ujar tokoh pemuda Malili, Awaluddin, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, pemerintahan Irwan masih berada pada tahap awal membangun fondasi dan penyesuaian birokrasi. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat memberi ruang agar program-program yang telah dirancang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.

Awaluddin menilai, tekanan yang dihadapi Irwan saat ini memang cukup besar. Apa pun langkah yang diambil sering kali dipersoalkan. Namun di balik semua itu, Irwan dinilai tetap berusaha hadir di tengah masyarakat dan tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

“Beliau tetap turun bekerja. Mau dihujani kritik atau diserang opini, aktivitas untuk masyarakat tetap berjalan. Itu yang juga harus dilihat secara adil,” katanya.

Di tengah situasi tersebut, sebagian masyarakat berharap mulai menurunkan tensi dan kembali memikirkan kepentingan daerah secara bersama-sama. Sebab, menurut mereka, pembangunan tidak akan berjalan maksimal jika suasana daerah terus dipenuhi konflik dan pertarungan opini.

Sebab pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan perdebatan dan pertarungan opini. Warga ingin melihat pembangunan berjalan, pelayanan membaik, dan pemimpin yang tetap hadir mendengar suara rakyat di tengah berbagai tekanan.

Bagi sebagian warga, seorang pemimpin bukan diukur dari seberapa sering dipuji, melainkan dari kemampuannya bertahan dan tetap bekerja saat diterpa kritik dari berbagai arah. Dan di tengah badai tekanan yang datang silih berganti, Irwan Bachri Syam tampak memilih satu jalan: tetap melangkah untuk Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *