Example 728x250
Example 728x250
Input Sulbar

Wakil Bupati Majene Hadiri Puncak Milad ke-109 Aisyiyah se-Sulbar, Tekankan Kolaborasi Tangani Stunting

60
×

Wakil Bupati Majene Hadiri Puncak Milad ke-109 Aisyiyah se-Sulbar, Tekankan Kolaborasi Tangani Stunting

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAJENE,– Peringatan Milad ke-109 Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Sulawesi Barat berlangsung meriah di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat, Kabupaten Majene, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh PDA Kabupaten Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani Bashar, M.Pd., perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur undangan lainnya.

Mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, Milad ke-109 Aisyiyah menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi perempuan Muhammadiyah ini dalam menjawab berbagai tantangan global, mulai dari konflik sosial, ketimpangan, krisis kemanusiaan, hingga persoalan lingkungan hidup.

Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat, Hj. Sunarti Marlianti, S.H., M.Kn., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat melalui gerakan dakwah kemanusiaan yang inklusif.

Pada kegiatan puncak milad, Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Rita Mariani Bashar, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat yang telah mempercayakan Kabupaten Majene sebagai tuan rumah peringatan Milad ke-109 Aisyiyah tingkat provinsi.

“Terima kasih kepada Pimpinan Wilayah Aisyiyah atas terpilihnya Kabupaten Majene sebagai lokasi pelaksanaan Milad ke-109 Aisyiyah. Kehadiran bapak dan ibu sekalian tentu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Majene untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong pembangunan daerah.

“Majene mungkin memiliki keterbatasan fiskal, namun kami optimistis dengan semangat kebersamaan dan kerja sama, Majene akan terus berkembang dan maju di masa mendatang. Pemerintah daerah membuka pintu selebar-lebarnya untuk kerja sama ke depan,” tuturnya.

Selain itu, Wakil Bupati secara khusus menyoroti pentingnya penanganan stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Ia menilai keterlibatan organisasi keagamaan, khususnya organisasi perempuan seperti Aisyiyah, sangat strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, pemantauan rutin di Posyandu harus terus dilakukan setiap bulan untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Data mengenai jumlah sasaran, kenaikan maupun penurunan berat badan balita perlu dipantau secara berkala agar intervensi yang tepat dapat segera dilakukan.

Ia menjelaskan bahwa stunting tidak semata-mata berkaitan dengan tinggi badan anak. Anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Namun, stunting dapat berdampak serius terhadap perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan, serta meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti jantung.

“Kalau hanya fisik, banyak orang bertubuh pendek yang cerdas. Tetapi jika perkembangan otaknya terganggu, itu yang berbahaya karena akan mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas di masa depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Majene memberikan perhatian serius terhadap persoalan stunting, kemiskinan, dan ketenagakerjaan yang masih menjadi tantangan pembangunan daerah.

“Persoalan di Majene cukup kompleks. Karena itu, Majene membutuhkan banyak pemikiran dan inovasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah memperkuat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan daerah,” pungkasnya.

Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di Sulawesi Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *