INPUTRAKYAT_MAJENE,– Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Majene, Hj. Sumiati Ardiansyah, bersama jajaran pengurus menghadiri kegiatan pelayanan kesehatan di Posyandu Batu Pole, Lingkungan Tamo Dhua, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Jumat (7/8/2026).
Kehadiran Ketua DWP Majene merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil, balita, serta peningkatan status gizi masyarakat sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Majene.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Sumiati Ardiansyah mengatakan bahwa DWP Majene tidak hanya hadir untuk memberikan dukungan moril, tetapi juga melakukan pendampingan kepada kader Posyandu, memberikan edukasi kepada para orang tua, serta memberikan penghargaan (reward) kepada anak-anak yang rutin mengikuti kegiatan Posyandu sebagai bentuk motivasi agar masyarakat semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan.
“Visi dan misi kami adalah turut membantu percepatan penurunan angka stunting serta mencegah anak-anak yang sudah berisiko agar tidak berlanjut menjadi stunting. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Puskesmas, kondisi stunting di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius. Tercatat terdapat 28 anak mengalami stunting dan 19 anak dengan berat badan kurang. Dari sekitar 80 anak yang ada, terdapat sekitar 30 persen yang menjadi sasaran.
Menurutnya, data tersebut menjadi perhatian bersama dan menjadi dasar untuk memperkuat edukasi kepada keluarga, meningkatkan pemantauan tumbuh kembang anak, serta memastikan pemenuhan gizi yang baik melalui pelayanan Posyandu secara rutin.
Kegiatan pelayanan kesehatan ini berlangsung dengan antusias dan dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Majene, para kader Posyandu, pengurus TP PKK, para ibu bersama balita, serta sejumlah undangan lainnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DWP, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting di Kabupaten Majene dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.














