Example 728x250
Example 728x250
Berita

Idap Tumor Dan Hidup Sebatang Kara BAZNAS Serahkan Bantuan Ke Nenek Faedah

66
×

Idap Tumor Dan Hidup Sebatang Kara BAZNAS Serahkan Bantuan Ke Nenek Faedah

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_MAKASSAR–Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar, Dr. Abdul Azis Ilyas, S.Ag, MH nyaris meneteskan air mata saat memimpin penyerahan bantuan kesehatan kepada Faedah–perempuan renta yang tinggal seorang diri di rumah rewot di bilangan Jalan Pontiku 1, Lorong 7, No 3A RTD/RWIV, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Makassar, Kamis, 16 Juli 2026.

Usai menerima bantuan kesehatan yang diserahkan Dr.Abd.Azis Ilyas didampingi Kabag II (Nabil Salim) bersama staff (H.Arifuddin), serta Syarifuddin Pattisahusiwa (tim media), Faedah langsung mengucapkan doa begitu mendalam, dengan suara serak, dan tangan gemetar.

Saat itu, meski kesehatannya semakin memburuk, namun janda yang juga lansia itu langsung mengangkat kedua tangan sebatas lehernya, seraya melafazkan doa. Dengan suaranya terbata bata, nenek kelahiran Pasuruan Jawa Timur, 19 Januari 1962 itu berdoa agar Allah memberikan kekuatan, kesehatan, ketenangan batin, kemuliaan, keberkahan, kebahagiaan, hingga kelancaran rezeki dalam menjalankan pekerjaan kepada seluruh jajaran BAZNAS Kota Makassar. Usai membacakan doa Faedah langsung membungkuk sambil memperlihatkan tumor yang akan dioperasi.

Mendengar doa itu, apalagi diucapkan dengan sungguh sungguh, wajah Dr.Abd.Azis–seorang tokoh yang aktif merajut keharmonisan antarummat beragama di kawasan Timur Indonesia, sekaligus salah seorang penggagas pendirian Masjid Cheng Hoo di Jalan Hertasning itu memerah. Matanya berkaca kaca, hingga nyaris air matanya tumpah. Hanya saja, ia terus bertahan hingga doa berakhir.

Menurut Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Makassar itu, doa yang dihantarkan nenek Faedah, sebagai penanda, zakat, infak, atau sedekah yang diberikan kepada kaum dhuafa di kota yang kini dipimpin Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham ini bukan sekadar angka yang berpindah tangan, melainkan energi yang menyambung harapan seseorang untuk tetap bertahan hidup hari ini.

“Bagi saya, BAZNAS Makassar telah memberikan bantuan kepada orang paling tepat. Apalagi nenek Faedah ini bukan saja janda, dan sudah lansia, tetapi dia tinggal seorang diri di rumah yang tidak layak huni. Makan sehari hari saja didatangkan dari tetangga yang peduli. Apalagi, saat ini dia menderita sakit dan pernah di operasi. Bantuan ini merupakan sentuhan, sekaligus bentuk “nafkah batin” . Rasa diperhatikan oleh BAZNAS Makassar membuat beliau merasa tetap menjadi bagian dari masyarakat yang berharga,” tutup Doktor Fakultas Tarbiyah dan Keguruan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *