INPUTRAKYAT_LUTIM, — Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Timur menyiapkan terobosan untuk menghidupkan kembali kawasan Terminal Malili. Salah satunya dengan mendatangkan Funderland Indonesia selama satu bulan, mulai 5 September 2026.
Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Luwu Timur, Andi Rahmat, mengatakan kehadiran Funderland merupakan bagian dari upaya memanfaatkan ruang publik sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi di kawasan terminal.
“Funderland akan kami datangkan selama satu bulan di Terminal Malili, rencananya mulai tanggal 5 September 2026,” kata Andi Rahmat, Jumat, 21 Agustus 2026.
Funderland Indonesia dikenal membawa konsep hiburan keluarga dengan beragam wahana dan dekorasi tematik. Dalam dokumentasi kegiatan Funderland, kawasan permainan tampak dipenuhi ornamen dinosaurus berukuran besar, wahana anak, stan usaha, serta pengunjung dari berbagai kalangan.
Konsep semacam itu diharapkan dapat mengubah wajah Terminal Malili untuk sementara menjadi ruang publik yang lebih hidup. Masyarakat tidak hanya datang karena kebutuhan transportasi, tetapi juga memiliki alasan lain untuk berkunjung.
Menurut Rahmat, keramaian tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi kawasan sekitar.
“Selain membuat kondisi terminal lebih ramai, tentu ada manfaat terhadap pendapatan daerah,” ujarnya.
Kehadiran Funderland juga berpotensi membuka ruang bagi aktivitas pelaku usaha selama penyelenggaraan berlangsung. Pedagang makanan, minuman, maupun usaha kecil lainnya dapat ikut menikmati perputaran ekonomi yang muncul dari meningkatnya jumlah pengunjung.
Bagi pemerintah daerah, langkah ini sekaligus menjadi upaya menguji fungsi lain sebuah fasilitas publik. Terminal yang selama ini identik dengan aktivitas transportasi diarahkan agar dapat memiliki nilai sosial dan ekonomi tambahan, sepanjang kegiatan tersebut tidak mengganggu fungsi utamanya.
Namun, keberadaan wahana hiburan di kawasan terminal juga membutuhkan pengaturan yang matang. Arus kendaraan, keselamatan pengunjung, kebersihan, parkir, hingga pemisahan area permainan dan aktivitas transportasi menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Dishub Luwu Timur kini membidik dua hal sekaligus: keramaian dan PAD.
Jika penyelenggaraan selama sebulan mampu menarik masyarakat dan menggerakkan aktivitas ekonomi tanpa mengganggu fungsi terminal, Funderland dapat menjadi contoh bagaimana ruang publik milik pemerintah dimanfaatkan secara lebih produktif.
Terminal Malili pun tidak hanya menjadi tempat orang datang dan pergi, tetapi untuk sementara dapat berubah menjadi titik berkumpulnya warga dengan wahana hiburan sebagai pemicunya.














