INPUTRAKYAT_LUTIM,- Halaman Rumah Jabatan Camat Angkona menjadi tempat, tanpa sekat antara pemerintah dan warga yang menyampaikan langsung berbagai persoalan, harapan, dan kebutuhan yang selama ini dirasakan, kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Irwan yang di dampingi Anggota Komisi III DPRD Luwu Timur Bidang Pembangunan, Muhammad Iwan, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Angkona Putu Gede Sudarsana, para Kepala Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan unsur masyarakat setempat.
Dialog terbuka ini digelar sebagai wujud nyata keinginan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk mendengar langsung suara rakyat, memahami persoalan secara mendalam, sekaligus mencari solusi bersama.
Berbagai isu menyangkut hajat hidup warga pun dikemukakan, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, organisasi kemasyarakatan keagamaan, hingga sektor perkebunan.
Dari sektor pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Angkona menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain usulan pelaksanaan program Pejuang Subuh serta kebutuhan pembenahan dan peningkatan infrastruktur sekolah. Mereka menegaskan dukungan terhadap lingkungan pendidikan menjadi fondasi utama membentuk generasi penerus yang berkualitas.
Dari bidang kesehatan, perwakilan Puskesmas Angkona juga menyampaikan persoalan krusial atau kondisi rumah dinas Dokter yang kerap terdampak banjir, serta kebutuhan pembenahan selasar yang sekaligus berfungsi sebagai jalur evakuasi, dan perbaikan sejumlah infrastruktur penunjang pelayanan kesehatan.
Adapun dari kalangan organisasi kemasyarakatan,DPC Prajaniti Kabupaten Luwu Timur mengajukan dukungan untuk pelaksanaan pelatihan dasar kepemimpinan bagi para pengurus, guna meningkatkan kapasitas dan kualitas tata kelola organisasi. Tak hanya itu, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Luwu Timur melalui Putu Susilawati menyampaikan usulan dukungan pendanaan untuk kebutuhan jasa adat di Bali Rejo, Desa Wanasari.
Sementara itu, dari sektor perkebunan, perwakilan PT Teguh Wira Pratama (TWP) berkonsultasi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait mekanisme penerimaan buah kelapa sawit milik masyarakat.
Mendengar satu per satu aspirasi yang disampaikan,Irwan menegaskan bahwa kehadirannya bertujuan agar pemerintah mengetahui persoalan secara utuh dari sumbernya.
Dialog seperti ini penting, karena kita bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap persoalan yang disampaikan akan kita bahas bersama OPD terkait untuk dicarikan solusi sesuai kewenangan dan kemampuan daerah,” tegas Irwan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah. Pembangunan, katanya, bukan hanya soal menjalankan program yang sudah direncanakan, melainkan juga bagaimana pemerintah mampu merespons kebutuhan yang tumbuh langsung dari masyarakat.
Dialog berlangsung dalam suasana terbuka, akrab, dan saling menghargai. Forum ini tidak sekadar menjadi wadah penyampaian keluhan, melainkan ruang untuk membangun kesamaan pemahaman antara pemerintah, masyarakat, organisasi, dan dunia usaha adalah satu langkah nyata untuk mewujudkan Angkona yang lebih baik.(Rama).














