Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pasokan Hanya 8 KL per Hari, Bupati: Luwu Timur Daerah Perlintasan, BBM Harus Diperhatikan

75
×

Pasokan Hanya 8 KL per Hari, Bupati: Luwu Timur Daerah Perlintasan, BBM Harus Diperhatikan

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengundang seluruh pengelola SPBU Se Kabupaten Luwu Timur, Selasa 15 September 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati, yang dia hadiri langsung oleh Bupati lutim, Irwan Bachri Syam, Kapolres Lutim, AKBP Ario Putranto TM, Kasi Intel Kejari Lutim, Dery Fuad, Wakapolres Lutim, Kompol Hajriadi, ,Senfry Octovianus Kepala Dinas Perdagangan,Koperasi,Usaha kecil,dan Perindustrian (Disdagkop UKM) Luwu Timur, Anggota DPRD dan Sejumlah Kepala OPD Lutim.

Dalam pertemuan tersebut, Irwan yang dimana BBM bersubsidi dalam satu Minggu terakhir ini, melakukan kordinasi alhmdulillah ada modifikasi antrian yang kita laksanakan, yaitu sistem ganjil genap dan pertama kali Luwu Timur yang lakukan dan saya laporkan ke Gubernur Sulsel mengadopsi itu.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan, tetapi paling tidak mengurangi kemacetan atau panjangnya antrian yang terjadi di setiap SPBU.

Dan memang juga kondisi di SPBU ini, berbeda-beda permalasahnnya. Seperti ada SPBU yang operatornya bermasalah,ada juga noselnya yang bermasalah, dan ada juga yang memang BBM nya kurang.

Maka dari itu saya undang semua pihak pengelola SPBU, guna memastikan komitmen kita dan betul-betul pelaksanaan kegiatan BBM di masing-masing SPBU bisa berjalan lancar dan aman.

Dan pada saat saya turun langsung, saya menemukan beberapa hal yang seharusnya tidak terjadi di SPBU yang kami tinjau.

dari seluruh SPBU di Luwu Timur, yang paling banyak bermasalah adalah SPBU Ussu. Memang ada SPBU lain yang juga menyisakan persoalan, namun tingkat permasalahannya paling tinggi justru di Ussu,” Tegas Irwan.

Alasannya jelas, antrean panjang dan berbagai kendala yang terjadi disebabkan oleh praktik pelangsiran yang seolah-olah dibiarkan, bahkan melegitimasi kegiatannya. Seperti yang saya sampaikan kemarin, di SPBU Ussu beredar rekaman percakapan di grup pelangsir yang menunjukkan adanya kerja sama antara operator SPBU dengan para pelangsir. Ada arahan langsung dari operator kapan mereka boleh masuk, cara pengisian, dan sebagainya.

Memang tidak sepenuhnya pelangsir yang menjadi penyebab, namun dapat disimpulkan bahwa saat ini pelangsir menjadi faktor utama antrean panjang di Luwu Timur.

Jika tidak segera diantisipasi, kondisi seperti ini akan terus berulang. Sebanyak apa pun stok BBM tersedia, selama pelangsir masih beroperasi, saya yakin BBM tidak akan pernah cukup untuk warga.

Hal serupa juga kami temukan di SPBU. Selain masalah pelangsir, jumlah petugas yang bertugas juga sangat minim. Dua nosel hanya dilayani satu orang, sementara petugas tersebut sekaligus memeriksa kode verifikasi dan sebagainya.

Tentu saja pelayanan menjadi sangat lambat dan antrean menumpuk. Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pemilik dan penanggung jawab SPBU agar menempatkan petugas sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Saya berharap setelah pertemuan ini terbangun komitmen bersama agar persoalan di Luwu Timur dapat teratasi. Perlu diketahui, Luwu Timur merupakan daerah perlintasan strategis,orang menuju Morowali, Poso, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kolaka, Konawe, hingga Kendari semuanya melintas di lutim,” Irwan.

Kondisi ini membuat ketersediaan stok BBM perlu perhatian khusus. Rata-rata pasokan yang diterima SPBU sepanjang jalan utama hanya sekitar 8 KL, dan itu sudah habis pada siang hari. Belum lagi jika sebagian pasokan itu sudah diserap oleh pelangsir, maka jatah untuk masyarakat sendiri semakin tersisa sedikit.

Sementara itu Kapolres Lutim, AKBP Ario Kapolres Luwu Timur AKBP AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, turut menyoroti temuan satu kendaraan yang memiliki dua atau lebih barcode sekaligus.

“Ini wewenang siapa soal barcode? Bahkan ada juga kendaraan yang sudah tidak layak beroperasi tapi masih dilayani karena punya barcode.

Ini harus jadi perhatian juga oleh Pertamina atau pengelola SPBU,” jelasnya.

Ia menegaskan operator yang terbukti melakukan pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan hukum berlaku.

“Ini saya ingatkan ya, kami sedang mendalami penyelidikan bukti rekaman. Kalau terbukti akan kami proses hukum,” tegas AKBP Ario.

Manajer Operasional Depot Pertamina Karangkarangan, Heri, menilai kebijakan ganjil-genap Pemkab Luwu Timur membantu mengurai antrean kendaraan.

Heri menyebut persoalan pasokan yang dianggap kurang akan menjadi bahan evaluasi bersama tim pemantau khusus.

“Terkait sanksi bagi SPBU yang nakal, Pertamina menerapkan sanksi berjenjang mulai surat peringatan hingga pembinaan berupa penghentian pasokan dalam Waktu tertentu,” jelasnya.

Pengelola SPBU Lopi Pancakarsa Nur Salam mendukung sistem ganjil-genap dan berharap kebijakan tersebut terus dipertahankan.

Ia menjelaskan SPBU melayani dua kelompok konsumen, yakni pemakai kendaraan dan pedagang yang menjadi pelangsir.

“Terkait pelayanan BBM ini, operator tidak bisa sepenuhnya disalahkan karena faktanya di lapangan banyak masalah. Termasuk berhadapan dengan preman,” ungkap Nur Salam.(Rama).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *