Example 728x250
Example 728x250
Input Lutim

Pejuang Subuh SDN 223 Balantang Berbuah Positif, Siswa Makin Disiplin dan Tepat Waktu

52
×

Pejuang Subuh SDN 223 Balantang Berbuah Positif, Siswa Makin Disiplin dan Tepat Waktu

Sebarkan artikel ini

INPUTRAKYAT_LUTIM,—Program Pejuang Subuh terus menjadi bagian dari upaya pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa di UPT SDN 223 Balantang, Dusun Mallusetasi, Desa Balantang, Kabupaten Luwu Timur.

Melalui kegiatan salat Subuh berjamaah, para siswa dibiasakan bangun lebih awal sekaligus menanamkan nilai keagamaan, kedisiplinan, kebersamaan, dan akhlak mulia sejak usia dini.

Kepala UPT SDN 223 Balantang, Andi Diana Dimiyanti, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (17/09/2026), mengatakan pembiasaan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa dalam membangun karakter yang lebih baik.

Menurutnya, kebiasaan bangun lebih awal dan melaksanakan ibadah pada waktu Subuh dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas anak sepanjang hari.

“Anak-anak dibiasakan bangun lebih awal untuk membentuk kebiasaan baik sejak pagi. Dengan memulai hari dengan hal yang baik, kita berharap aktivitas mereka ke depan juga menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan Pejuang Subuh juga mulai menunjukkan dampak terhadap kedisiplinan siswa. Salah satunya terlihat dari kebiasaan siswa datang ke sekolah tepat waktu.

“Alhamdulillah, setelah kegiatan ini berjalan, dampaknya cukup signifikan. Sekarang sudah tidak ada lagi siswa yang datang terlambat ke sekolah,” katanya.

Selain kedisiplinan, Andi Diana melihat adanya perubahan dalam hubungan sosial siswa, baik dengan sesama teman maupun dengan guru. Kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan bersama di masjid dinilai turut memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter siswa.

Dalam pelaksanaannya, siswa yang berada di sekitar masjid dipantau dan diarahkan untuk mengikuti salat Subuh berjamaah. Setelah salat, mereka juga dianjurkan mengikuti tausiah atau ceramah sebelum kembali beraktivitas.

“Anak-anak setelah melaksanakan salat Subuh diarahkan untuk mendengarkan ceramah terlebih dahulu. Dari situ mereka mendapatkan pembelajaran tentang nilai-nilai agama dan akhlak yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia berharap program Pejuang Subuh tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kebiasaan positif yang dibangun sejak dini benar-benar melekat pada diri siswa.

“Harapan kami ke depan, program ini bukan hanya seremonial, tetapi bisa terus berkelanjutan. Karena melalui kegiatan ini nilai kebersamaan dapat terjalin dengan baik sekaligus membentuk akhlak anak-anak menjadi lebih baik,” pungkasnya.(Solihin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *